Tiga Kasi Kesra Kecamatan Diperiksa Jaksa

Dugaan Korupsi Penyaluran Dana Bansos Fakir Miskin dan Anak Cacat

Dugaan Korupsi Penyaluran Dana Bansos Fakir Miskin dan Anak Cacat
Ilustrasi

Riauaktual.com - Tiga Kasi Kesejahteraan Sosial di Kecamatan pada Kabupaten Siak diperiksa penyidik Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Aparatur Sipil Negara ini dimintai keterangan perihal dugaan korupsi dana bantuan sosial fakir miskin dan anak-anak cacat. 

Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Bambang Heri Purwanto dikonfirmasi membenarkannya. Dikatakannya dia, pemeriksaan ini untuk merampungkan penyidikan perkara rasuah yang terjadi tahun 2014-2019. “Hari ini, ada tiga saksi yang diperiksa penyidik,” ujar Bambang, Rabu (25/5). 

Apapun para saksi yang menyambangi Kantor Korps Adhyaksa dipaparkan Bambang, berinisial TS selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Siak. Kemudian, N selaku selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tualang dan M selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sabak Auh. 

“Para saksi diperiksa terkait berapa penyaluran dana Bansos kepada pihak penerima bansos di kecamatan masing-masing,” sebut mantan Kasi Pidana Umum Kejari Pekanbaru. 

Lebih lanjut disampaikannya, pemeriksaan para saksi dilakukan untuk kepentingan penyidikan guna menemukan fakta hukum perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial fakir miskin dan anak-anak cacat di Kota Istana tersebut. “Kami tengah
mengumpulkan alat bukti dan untuk memperkuat pembuktian dalam perkara dugaan korupsi itu,” pungkas Bambang. 

Penanganan perkara rasuah itu ditingkatkan ke tahap penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor PRINT-09/L.4/Fd.1/09/2020. Surat tersebut ditandangani langsung Kajati Riau, Mia Amiati tertanggal 29 September 2020 lalu. Hal itu, diyakini usai Korps Adhyaksa Riau menemukan peristiwa pidana serta dua alat bukti permulaaan yang cukup. 

Penyidik diketahui telah mendapati sejumlah temuan dalam pengusutan dugaan korupsi itu. Pada pengusutan perkara ini, penyidik telah mengeluarkan ribuan surat panggilan saksi. Penyidikan memang memakan waktu cukup lama, dikarenakan luasnya objek penyidikan perkara. 

Untuk kegiatan belanja bansos sendiri, terdiri dari 15 item. Diantaranya, pertama, bansos untuk rumah tangga miskin dan lansia terlantar, yang jumlah penerimanya 700 sampai 1.000 setiap tahunnya.

Kedua bansos untuk penyandang cacat, ketiga bansos untuk fakir miskin, keempat bansos untuk yatim piatu, kelima bansos untuk suku terasing, keenam bansos untuk mahasiswa PTIQ dan IIQ.

Ketujuh bansos untuk mahasiswa luar negeri, kedelapan bansos untuk rombongan belajar, kesembilan bansos untuk beasiswa S1, kesepuluh bansos untuk beasiswa S2, kesebelas bansos untuk beasiswa D3.

Keduabelas, bansos untuk beasiswa S1 akhir/skripsi, ketigabelas bansos untuk beasiswa S2 akhir/tesis, keempatbelas bansos untuk beasiswa D3 akhir, dan terakhir bansos untuk karya ilmiah. Selain luasnya objek penyidikan yang meliputi banyak item, penyidikan perkara ini tahun anggarannya cukup panjang, yaitu 2014 sampai 2019. Tak hanya bansos, objek perkara ini juga terkait dengan belanja hibah, yang terdiri dari 40 objek penerima.

Berita Lainnya

View All