Operasi Ketupat Berakhir, Angka Lakalantas Menurun

Operasi Ketupat Berakhir, Angka Lakalantas Menurun
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Firman Darmansyah

Riauaktual.com - Operasi Ketupat Lancang Kuning yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Riau, telah berakhir pada 9 Mei 2020 lalu. Hasilnya, angka kecelakaan lalu lintas menurun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Operasi kemunusiaan yang berlangsung selama 12 hari bertujuan menjaga keamanan ketertiban, dan kelancaran serta memberikan kenyamanan masyarakat pada Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Setidaknya ada 1.678 personel Polri dan 1.405 kekuatan instansi terkait. Kemudian didirikan 57 Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Firman Darmansyah menyampaikan, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat relatif terjaga dan kondisi kondusif. Terwujudnya itu, berkat kerja sama dan dukungan semua pihak. 

“Kami bangun kekuatan dan kebersamaan dengan semua pihak, berkolaborasi dan bersinergi. Alhamdulillah semua berjalan aman dan lancar dan kami pastikan bahwa semua mesin mesin organisasi berjalan dengan baik,” ungkap Kombes Pol Firman, Rabu (11/5) 

Selama pelaksanaan operasi ketupat itu, Firman menyampaikan, telah terjadi  kejahatan konvensional sebanyak 220 kasus. Jumlah ini, mengalami penurunan 62 kasus dibandingkan dengan tahun sebelumnya 282 kasus. 

Kemudian, kejahatan transnasional sebanyak 11 kasus. Angka ini juga menurun 11 kasus dari tahun sebelumnya 22 kasus. Sedangkan, jenis kejahatan menonjol, narkoba turun 11 kasus dari sebelumnya sebanyak 22 kasus. Pencurian dengan pemberatan turun 21 kasus dari sebelumnya 64 kasus. Pencurian dengan kekerasan turun 7 kasus dari sebelumnya 13 kasus. Pencurian kendaraan bermotor juga turun 20 kasus dari sebelumnya 39 kasus. 

Sementara, untuk arus lalu lintas relatif lancar. Apalagi dengan dibukanya sementara Tol Pekanbaru Bangkinan ini sangat membantu mengurai kemacetan. 

Menyinggung kasus kecelakaan lalu lintas, perwira jebolan Akpol 97 tersebut menerangkan, terjadi penurunan angka kecelakaan maupun tingkat fatalitasnya.

“Jumlah lakalantas selama Operasi digelar adalah sebanyak 24 kejadian, hal ini menurun jika dibanding dengan periode sebelumnya yakni 29 kejadian. Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia 13 orang, luka berat 13 orang dan luka ringan 25 orang serta kerugian material Rp 141.900.000," beber Firman.

Dirlantas menegaskan bahwa dari 13 korban meninggal tersebut, hanya 1 korban merupakan pemudik. “Jadi bukan semua korban tersebut merupakan masyarakat pemudik ya. Ada 1 korban saja yang merupakan pemudik (hendak mudik ke Sumatera Barat dari Pelalawan dan mengalami kecelakaan di wilayah Polres Kampar). Sedangkan 12 korban meninggal lainnya adalah pengguna jalan biasa,bukan pemudik,” imbuhnya. 

Firman mengatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas bersama seluruh jajarannya untuk perbaikan lagi tugas kedepannya.

Berita Lainnya

View All