Gelar Shalat Ied di JIS Dihadiri Ribuan Orang, Jokowi Seperti Beri Dukungan Pada Anies Menuju Pilpres 2024

Gelar Shalat Ied di JIS Dihadiri Ribuan Orang, Jokowi Seperti Beri Dukungan Pada Anies Menuju Pilpres 2024
Suasana shalat Idul Fitri di JIS.

Riauaktual.com - Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi menyebut setelah pertemuan antara Jokowi di proyek Sirkuit Formula E, Jokowi seperti memberi dukungan kepada Anies Baswedan.

Setelah pertemuan antara Jokowi di proyek Sirkuit Formula E di Jakarta itu, Presiden Jokowi memilih shalat Idul Fitri di Yogyakarta.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memilih shalat Idul Fitri di Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara.

Ada yang bilang, pertemuan Anies dengan Jokowi di Sirkuit Formula E tersebut sebagai bentuk dukungan Jokowi kepada Anies untuk Pilpres 2024.

Manuver politik Presiden Jokowi belakangan dikait-kaitkan dengan sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Setelah kedapatan bersama saat meninjau Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta beberapa waktu lalu, Anies juga dianggap telah diberi panggung oleh Jokowi saat pelaksanaan Shalat Ied di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (2/5).

Di saat Shalat Ied di JIS diikuti puluhan ribu jemaah, Jokowi memilih menggelar Shalat Ied di Yogyakarta.

“Kehadiran jemaah di JIS dapat menjadi siar bagi umat selain stadion itu untuk lapangan sepak bola,” ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi,  yang sebgaimana dikutip dari Pojoksatu.id, Selasa (3/5).

Kata Muslim, Anies Baswedan telah mengukir prestasi besar selama hampir lima tahun memimpin DKI Jakarta.

“Setelah pertemuan antara Jokowi di proyek Sirkuit Formula E itu, Jokowi shalat di Yogyakarta. Ada yang bilang pertemuan itu bentuk dukungan Jokowi kepada Anies untuk Pilpres 2024,” kata Muslim.

Namun demikian, politik merupakan strategi meraih kekuasaan.

Sehingga, pertemuan Jokowi dan Anies Baswedan di Sirkuit Formula E maupun Jokowi meninggalkan DKI Jakarta saat lebaran tidak serta-merta bermakna Jokowi mendukung Anies.

“Karena selama ini pengalaman Jokowi dalam berpolitik, lain yang diucapkan, lain juga yang dikerjakan. Jadi pertemuan itu tak dapat ditafsirkan simetris,” jelas Muslim.

Berita Lainnya

View All