Prabowo Temui Jokowi dan Megawati Itu Sebenarnya Mancing, Golkar dan Demokrat Disinggung

Prabowo Temui Jokowi dan Megawati Itu Sebenarnya Mancing, Golkar dan Demokrat Disinggung
Prabowo Subiantio bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi. Foto: Instagram Prabowo Subianto

Riauaktual.com - Peneliti dari Populi Center, Rafif Pamenang Imawan ikut mengomentari pertemuan Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri.

Sebelum menemui Ketua Umum PDIP itu, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut lebih dulu menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pertemuan itu dilakukan dengan nuansa lebaran pada Senin (2/5/2022).

Menurut Rafif Pamenang Imawan, pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi dan Megawati itu tidak bisa diartikan hanya kunjungan lebaran biasa.

Rafif menilai, manuver Prabowo ke sejumlah tokoh itu bisa memancing partai politik lain yang mengusung visi dan misi nasionalistik untuk berkoalisi dengan Gerindra dan PDIP.

“Saya rasa ini menjadi pancingan partai-partai lain, termasuk partai seperti Golkar dan Demokrat untuk menjawab isu-isu nasionalistik,” ucap Rafif sebagaimana dikutip dari RMOL.id, Selasa (3/5/2022).

Pertemuan Prabowo, Jokowi, dan Megawati jika dilihat dari spektrum ideologis kepartaian antara PDIP dan Gerindra.

Keduanya memiiki karakteristik yang sama, yaitu nasionalis dan memiliki visi utama dalam hal kemandirian bangsa.

“Kalau dilihat dari segi geopolitik, sikap tegas menghentikan ekspor minyak demi kebutuhan dalam negari misalnya,”

“Itu juga selaras dengan cara pandang Prabowo dan Gerindra bahwa kemandirian ekonomi adalah hal utama,” jelas Rafif.

Lebih lanjut, Rafif juga melihat Megawati mendukung penuh sikap kemandirian ekonomi bangsa tersebut.

Sehingga dari sisi ideologis, kedua partai tersebut memiliki karakter yang sama.

“Ini memberikan sinyal kepada publik bahwa kekuatan dua nasionalistik yang secara survive juga tinggi, PDIP itu tingkat pertama di Populi Center, sedangkan Gerindra di posisi kedua,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membantah pertemuan Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri membahas tentang politik, apalagi Pilpres 2024.

Kendati sekalipun pertemuan itu dihadiri Puan Maharani, sosok yang selama ini disebut-sebut akan menjadi pasangan Prabowo di Pilpres 2024 mendatang.

Hasto mengatakan, PDIP saat ini masih sibuk dan memikirkan seluruh tahapan proses penentuan capres dan cawapres sesuai kalender kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Yakni pada September 2023 setiap parpol sudah harus mendaftarkan capres dan cawapres yang diusung ditambah proses verifikasi partai politik secara faktual.

Namun yang pasti, kata Hasto, penetapan capres-cawapres yang diusung PDIP akan diputuskan dan ditetapkan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Ketum PDIP. (

Berita Lainnya

View All