Berpura Sebagai Anggota Polri, Napi Tipu Wanita Hingga Ratusan Juta Rupiah

Berpura Sebagai Anggota Polri, Napi Tipu Wanita Hingga Ratusan Juta Rupiah
Arya Agi Suanto (berbaju batik depan)

Riauaktual.com - Berada di balik jeruji besi, tak membuat Arya Agi Suanto kehilangan akal. Narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi ini berhasil menipu seorang wanita hingga ratusan juta rupiah dengan berpura-pura sabagai anggota Polri. 

Peristiwa itu bermula kala Arya mendekam di dalam Lapas atas perkara narkotika pada Oktober 2020 lalu. Di dalam lapas, ia membeli satu unit handphone seharga Rp200 ribu dari dari napi lain.

Bermodalkan handphone itu, Arya aktif di media sosial Facebook dsngan mengaku sebagai anggota Polri. Di HP tersebut sudah ada Akun Facebook atas nama Andi Sumarno dengan menggunakan foto berseragam Polisi.

Dia kemudian mulai mencari pertemanan dan menemukan akun Facebook seorang wanita berinisial R. Arya lalu meminta pertemanan dan melakukan pendekatan dengan pemilik akun Facebook tersebut.

Setelah berhasil melakukan pendekatan, Arya meminta kepada R untuk bertukar nomor HP. Keduanya pun intens menjalin komunikasi. Arya kemudian mengajak untuk menjalin hubungan lebih serius, namun saat itu ditolak oleh R karena telah memiliki suami. 

Namun dengan bujuk rayunya, akhirnya R menerima tawaran Arya untuk menjalin hubungan lebih serius karena saat itu dirinya sedang ada masalah dengan suaminya. Kemudian, R sering menghubungi Arya melalui telepon dan video call. Saat komunikasi dengan panggilan video, Arya menggunakan video rekaman orang lain dengan menggunakan seragam Polisi berpangkat Inspektur Dua (Ipda), dengan menggunakan 2 unit HP. 

Selain mengaku sebagai anggota Polri, Arya juga mengaku mempunyai usaha jual beli kayu di daerah Sumatra. Kepada R, Arya berpura-pura mempunyai kendala pada saat melakukan penjualan kayu kepada konsumen. Lebih jauh lagi dia juga berpura-pura mengajukan mutasi tempat dinas di Jakarta dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan materi dari sang kekasih, R.

Lalu pada September 2021, Arya mulai meminta uang untuk pertama kalinya kepada R sebesar Rp1 juta. Sejak saat itu, dia sering meminta uang dengan keperluan yang berbeda dan berjanji akan mengembalikannya. Hal itu pun dituruti oleh R.

Setelah uang dikirimkan, dua orang rekan Arya, masing-masing bernama Andre Zaekhoni Putra dan Hermansyah bertugas untuk melakukan penarikan uang tersebut. Setiap transaksi, keduanya dan mendapatkan upah sebesar 5 persen, sedangkan sisanya kemudian disetorkan kepada Arya.

Belakangan, R menyadari jika dirinya menjadi korban penipuan dari polisi gadungan tersebut, sehingga dia melapor kejadian itulah ke Mabes Polri. Dia mengaku mengalami kerugian materil sebesar Rp374 juta.

Seiring berjalannya proses penyidikan, Arya ditetapkan sebagai tersangka bersama kedua rekannya, Andre dan Hermansyah. Berkas perkara ketiganya telah dinyatakan lengkap, dan penanganan perkaranya dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil.

"Benar. Tim JPU telah menerima pelimpahan tahap II perkara dari Mabes Polri. Ada tiga orang tersangka dalam perkara ini, masing-masing berinisial AAG, AZP dan H," ujar Kepala Kejari Rohil Yuliarni Appy melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Yogi Hendra, Senin (7/3).

Dengan telah dilaksanakannya proses tahap II, Tim JPU kata Yogi, saat ini tengah menyusun surat dakwaan terhadap ketiganya. Jika rampung, berkas perkara segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni, Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Lalu Pasal 51 ayat (2) Jo Pasal 36 Jo. Pasal 32 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Berikutnya, dijerat dengan Pasal 263 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Terakhir, para tersangka juga dijerat dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. "Dalam waktu dekat, berkas ketiganya akan dilimpahkan ke pengadilan," tutupnya.(riri)

Berita Lainnya

index