ils

Tarmizi: Bank Yang tak Memperbolehkan Karyawati Berjilbab tak Diminati Lagi.

Kamis,11 September 2014 - 13:20:17 WIB Di Baca : 157261 Kali

PEKANBARU, RiauAktual.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru Tarmizi Muhammad, mengatakan bahwa kasus karyawati yang dilarang berjilbab itu merupakan kebijakan masa lalu. Sementara saat ini, karyawati di beberapa bank sudah menggunakan jilbab.

"Saya nilai bank kompensional yang tak memperbolehkan karyawati berjilbab tak diminati lagi. Masyarakat lebih cenderung kepada bank syariah yang karyawatinya sopan menggunakan jilbab dan menutup aurat," ungkap Tarmizi, saat dikonfirmasi di ruang Fraksi Golkar, Kamis (11/9/2014).

Menurut mantan Ketua Majelis Dakwah Indonesia Kota Pekanbaru ini, sebagai kota yang maju menuju kota metropolitan madani, maka kemajuan kota diharapkan diselaraskan dengan norma-norma yang telah ada di Ibu Kota Bumi Lancang Kuning ini.

"Masyarakat kita sekarang lebih berminat untuk menggunakan bank syariah," tukasnya.

Salah seorang karyawati bank swasta OCBC-NSIP Suryani Wahyu Lestari, keluar dari bank sebagai teller. Ini disebabkan dirinya tak bisa menutupi aurat saat bekerja akibat kebijakan perusahaan.

Manager Operasional Bank OCBC-NISP Pekanbaru, Go Thian Hock, mengakui bahwa memang karyawatinya tak diperbolehkan menggunakan jilbab.

"Kebijakan khusus untuk karyawati tidak menggunakan jilbab memang tidak ada, tetapi saat mereka melamar pekerjaan di sini kita sarankan agar mereka tidak menggunakan jilbab dan mereka menyetujui itu," sebutnya

 

Laporan : rik


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...