Dogecoin (int)

Hati-hati! Ada Ancaman Besar di Balik Kenaikan Dogecoin

Sabtu, 17 April 2021 - 11:58:58 WIB Di Baca : 642 Kali


Riuaktual.com - Dibuat pada tahun 2013 oleh software engineer Billy Markus dan Jackson Palmer, Dogecoin dimaksudkan untuk digunakan sebagai alternatif yang lebih cepat tetapi "menyenangkan" untuk Bitcoin. Sejak saat itu, komunitas online berkembang pesat.

Dan sekarang, Dogecoin mengagetkan banyak pihak karena kapitalisasi pasar US$34, miliar, menurut situs pasar kripto CoinGecko. Kapitalisasi pasar sebesar US$19,9 miliar bertambah dalam 24 jam terakhir.

Uang kripto ini mencapai level tertinggi sepanjang masa dengan harga hampir 28 sen dolar AS pada pagi ini, naik lebih dari dua kali lipat dari harganya sehari sebelumnya.

Kenaikan harga Dogecoin dorong oleh antusiasme grup Raddit bernama SatoshiStreetBets yang bertujuan untuk meningkatkan harga uang kripto. Dalam tujuh hari terakhir harga Dogecoin sudah meningkat hingga 300%.

Seorang pengguna Reddit pun memposting foto kepemilikan Dogecoin mereka di aplikasi investasi Robinhood. "Hai teman-teman, saya baru saja menjadi jutawan dari Dogecoin," kata pengguna tersebut, menunjukkan saldo US$ 1,08 juta di akunnya, seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (16/4/2021).

Dogecoin awalnya dihadirkan sebagai lelucon. Kini masuk 10 aset kripto terbesar dengan kapitalisasi pasar US$34 miliar atau setara Rp 493 triliun (asumsi Rp 14.500/US$).

Cryptocurrency ini didasarkan pada meme "Doge", yang menjadi populer pada akhir 2013. Meme tersebut menggambarkan seekor anjing Shiba Inu bersama frasa yang tidak masuk akal dalam teks font Comic Sans warna-warni.

Meroketnya harga Dogecoin telah menyebabkan kekhawatiran akan potensi bubble gelembung di pasar uang kripto. Beberapa investor sudah melihat Bitcoin sebagai gelembung spekulatif, koin digital paling populer di dunia telah berlipat ganda sejak awal 2021.

Bubble dimaksudkan ketika harga naik tinggi kemudian anjlok tiba-tiba yang membuat sebagian besar pemegang aset tersebut rugi besar hingga bangkrut karena aksi jual dan tak ada minat lagi untuk membeli atau mengumpulkan aset tersebut.

"Kebangkitan Dogecoin adalah contoh klasik dari teori bodoh yang lebih besar yang sedang dimainkan," ujar David Kimberley, seorang analis di aplikasi investasi Inggris Raya, Freetrade, dikutip dari cnbcindonesia.com.

"Orang-orang membeli cryptocurrency, bukan karena mereka pikir itu memiliki nilai yang berarti, tetapi karena mereka berharap orang lain akan membelinya kemudian harga naik dan setelahnya mereka dapat menjual dan menghasilkan uang dengan cepat."

"Ketika semua orang melakukan ini, gelembung akhirnya harus meledak dan Anda akan ditinggalkan jika Anda tidak keluar tepat waktu. Dan hampir tidak mungkin untuk mengatakan kapan itu akan terjadi."

"Ini adalah kasus ganda di pasar kripto di mana sekelompok kecil pemain sering memegang sebagian besar koin yang beredar. Itu berarti hanya perlu satu orang untuk memjual semua kepemilikan mereka untuk seluruh pasar untuk ambruk. "





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com