Perambahan Hutan Lindung di Siak Terus Terjadi, 4 Pondok Milik Perambah Dibakar

Redaksi

Selasa, 14 April 2020 - 18:50:59 WIB | Cetak


Ilustrasi (net)



Riauaktual.com - Aktivitas perambahan hutan di Provinsi Riau terus saja terjadi. Salah satunya adalah di Kabupaten Siak. Petugas dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengidentifikasi adanya ileggal logging

Petugas menemukan pondok-pondok tempat para perambah beraktivitas. Petugaspun membakar empat gubuk diduga milik pelaku illegal logging. Selain itu, tim dari perpanjangan dari pemerintah pusat mencincang barang bukti kayu diduga hasil penebangan liar yang ada di gubuk itu.

"Petugas menemukan barang bukti hasil pembalakan liar dan empat gubuk di dalam kawasan hutan suaka margasatwa Giam Siak Kecil (GSK) di Kabupaten Siak. Perambahan masih terjadi di Riau. Pemberantasan illegal logging merupakan tugas kita bersama," kata Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro, Selasa (14/4/2020).

Heru mengatakan ada sekitar 20 kubik kayu olahan yang ditemukan di lokasi. Kayu yang ditemukan itu berbagai jenis dan ukuran. Selain itu, ada empat sepeda yang diduga digunakan mengangkut kayu dari dalam ke luar hutan.

"Untuk kayu hasil jarahan kita lakukan pemusnahan dengan cara mencincang dengan gergaji mesin. Ini agar kayu yang telah mereka jarah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Sepeda motor milik perambah juga kita.Seluruh gubuknya kita bakar agar tidak bisa dimanfaatkan lagi. Namun, saat dibakar, tim kita tetap menjaganya agar api tidak merembet ke mana-mana," tegasnya.

Heru mengatakan tak ada pelaku yang ditemukan di gubuk tersebut. Heru menduga kehadiran mereka sudah diketahui lebih dulu mengingat tim harus menempuh jarak 28 km di dalam hutan dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam.

"Jadi kemungkinan kehadiran kita menuju lokasi sudah sampai duluan ke pelaku illegal logging. Karena di lokasi para pelaku memasang antena untuk sinyal HP. Ketika tim kita sampai di lokasi, para pelaku sudah kabur," tukasnya.

Petugas dari BBKSDA sudah beberapa kali melakukan razia di kawasan hutan dan menemukan banyak barang bukti. Sayanganya, jarang petugas menangkap pelakunya. (NAT)





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index