Guntur Romli (int)

Politisi PSI Sebut Anies Gubernur Bodong, Bodoh dan Bohong

Jumat, 14 Februari 2020 - 13:22:58 WIB Di Baca : 715 Kali


Riauaktual.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyebut Anies Baswedan sebagai gubernur bodong alias bodoh dan bodong.

Hal itu dikatakan Guntur Romli menanggapi klaim Anies yang mengaku sudah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta untuk menggelar Formula E 2020 di kawasan Monas.

Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) itu lantas membagikan link berita bantahan terhadap klaim Anies.

“Dari #GubernurTerbodoh Jadi #GubernurPembohong kalau digabung jadi BODONG: bodoh & bohong itulah rezim @aniesbaswedan,” kata Guntur Romli yang dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitternya, Jumat (14/2).

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebutkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan pembohongan publik.

Ia menyebut Anies mengklaim sudah mendapatkan rekomendasi dari TACB DKI Jakarta untuk menggelar Formula E 2020 di kawasan Monas. Padahal, pernyataan Anies itu dibantah Ketua TACB Mundardjito.

“Kami sebagai ketua dewan, dari fraksi kami, melihat ada manipulasi lagi, bahwa seakan-akan kepala cagar budaya ini mengiyakan, padahal belum dikonfirmasinya,” kata Prasetyo di Kantor Sekretariat Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dilansir Kompas, Kamis (13/2/2020).

“Saya sebagai pimpinan daerah, DPRD, saya kecewa dan ini adalah pembohongan publik,” kata politisi PDI-P ini.

Sebelumnya, Anies mengaku telah mendapat rekomendasi TACB dalam surat nomor 61/-1.857.23 yang dia kirimkan kepada Menteri Sekretaris Negara yang juga Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Pratikno, Selasa (11/2/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Reuni 212 dengan mengenakan seragam dinas ASN. Foto RMOL

Anies Baswedan 

Prasetyo pun datang ke Istana untuk bertemu dan menginformasikan kebenaran surat itu.

Menurut dia, Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Setya Utama membenarkan surat dari Anies itu. Namun, Setya Utama juga baru mengetahui bahwa Pemprov DKI sebenarnya belum mendapat rekomendasi dari TACB.

“Dia pikir dia (Anies) sudah izin kepada tim cagar budaya. Itu cagar budaya loh. Ternyata enggak,” kata Prasetyo.

Dengan belum adanya rekomendasi dari TACB, Prasetyo pun meminta Pemprov DKI membatalkan gelaran Formula E di kawasan Monas. Ia merekomendasikan ajang tersebut dipindah ke Ancol.

Mundardjito berujar, TACB DKI Jakarta tidak pernah melakukan kajian soal penyelenggaraan Formula E di area Monas yang merupakan kawasan cagar budaya.

Karena itu, dia tidak bisa menilai rencana penyelenggaraan balap mobil listrik tersebut di kawasan Monas.

Anies enggan menanggapi secara gamblang pernyataan Mundardjito itu.

Anies malah membahas hal lain, yaitu mengapresiasi Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang telah memberikan persetujuan penyelenggaraan ajang balap itu di Monas.

“Begini saja, saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Komrah (Komisi Pengarah) yang telah memberikan persetujuan sehingga Formula E bisa dilaksanakan di kawasan Monumen Nasional,” ucap Anies di depan Balai Agung, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020).

 

 

 

Sumber: pojoksatu.id





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com