Steven Crocker membeli cincin pertunangan untuk melamar kekasihnya. Foto:Facebook/Steven Crocker

Nabung Setahun Untuk Beli Cincin Melamar Sang Pacar, Pria Ini Temukan Akhirnya Menyakitkan

Selasa,13 Maret 2018 - 18:25:41 WIB Di Baca : 2378 Kali

Riauaktual.com - Pria ini sudah beli cincin dan berniat lamar kekasih, tapi akhirnya memilukan.

Setiap orang ingin punya momen lamaran yang berkesan.

Biasanya, lamaran dijadikan kejutan yang diberikan seorang pria pada kekasihnya.

Hal tersebut juga dilakukan oleh pria bernama Steven Crocker ini.

Pria asal Virginia Beach, Virginia, Amerika Serikat ini telah berpacaran selama 2 tahun.

Rencananya, Steven ingin melamar kekasihnya pada sebuah kesempatan.

Pria berusia 23 tahun ini berencana melamar pacarnya saat mereka sedang liburan ke Universal Studios.

Tak main-main, Steven sudah membeli sebuah cincin tunangan seharga $1700 (Rp24 juta).

Cincin tersebut ia dapatkan dari gaji yang ia kumpulkan selama setahun.

Perhiasan tersebut terbuat dari emas 14 karat dengan permata 0,5 karat.

Steven sudah sangat siap untuk membuktikan cintanya pada sang kekasih.

Namun, takdir berkata lain.

Bukan senyum bahagia yang ia dapatkan, Steven justru dihadapkan dengan kenyataan pahit.

Sebulan sebelum kejutan lamaran, Steven justru diputus oleh pacarnya.

Kejadian ini membuat pria yang bekerja sebagai operator kamera ini sangat patah hati.

Beberapa hari setelah putus, ibu Stevens mengambil cincin tersebut dan menyimpannya selama waktu liburan.

Ia berniat memberikan waktu untuk Steven mengobati lukanya.

Di awal bulan ini, Steven yang merasa siap pun meminta cincin itu kembali.

Tak disangka, tindakannya ini justru membuatnya diluapi emosi.

"Aku melihatnya dan menangis, mendengarkan beberapa lagu sedih," jelas Steven pada PEOPLE.

Steven terus menatap cincin tersebut sambil menangis sebelum akhirnya ia memutuskan untuk tidur.

Ketika bangun, Steven muncul dengan sebuah ide untuk menjual cincin tersebut.

Tapi, mengingat mewah dan tingginya harga yang diminta Steven, tak ada orang yang mau membelinya.

Akhirnya, pria tersebut melakukan rencana lain.

"Saat itulah aku sadar bahwa ini bukan soal uang untukku, berapa pun uang yang kembali tak akan membuatku lebih baik," ucapnya.

"Aku pikir jika aku bisa memberikan pada orang yang menghargainya, itu akan bisa membantuku untuk terus maju dan merasa lebih baik."

Pada 5 Maret 2018, Steven pun menulis sebuah unggahan di Facebook mengenai kejadian yang ia alami.

Steven mengatakan bahwa ia berniat memberikan cincin tersebut secara gratis pada mereka yang bisa membuktikan bahwa mereka sedang benar-benar jatuh cinta.

"Aku tidak mau memberikannya pada sembarang orang.

Aku ingin memberikannya pada pria atau wanita yang sedang sangat jatuh cinta pada pasangannya dan mau melangkah ke jenjang berikutnya, tapi tak mampu membeli cincin," tulis Steven.

Steven sadar bahwa tak semua temannya sesuai dengan kriteria tersebut.

Tapi, ia percaya bahwa ada seseorang di luar sana yang berhak mendapatkannya.

"Aku akan mengirimkannya kemana pun di Amerika Serikat dimana seseorang sedang dimabuk cinta."

Dalam beberapa hari, unggahan Steven jadi viral.

Ia menerima banyak pesan dan bukti foto, video, surat tentang kisah cinta pasangan kekasih.

Steven mengaku senang membaca dan tahu kisah cinta yang mereka alami.

Bahkan ada juga yang justru berusaha mengajaknya kencan.

Tapi, Steven ingin fokus memilih pasangan yang benar-benar berhak mendapatkan cincin tersebut.

"Aku sebenarnya sangat-sangat pemalu, jadi hal viral ini bukanlah yang aku duga, tapi terkadangan kamu harus menerimanya untuk sesuatu yang lebih besar."

Steven merasa aksinya ini benar-benar bisa membuatnya sembuh dari luka.

"Aku harap siapa pun yang mendapatkannya nanti- meski aku yakin mereka sudah bahagia- menerima ini sebagai bonus lain."

Unggahan Stevens ini sudah dibagikan lebih dari 1000 kali.

Semoga melalui aksinya ini Steven bisa benar-benar move on, ya.


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...