JAKARTA (RA) - Perum Bulog memastikan cadangan beras nasional masih aman di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak terhadap produksi pangan. Stok yang tersedia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Juli 2027.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, realisasi pengadaan beras untuk penugasan public service obligation (PSO) telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.
"Saat ini realisasi pengadaan public service obligation (PSO) Perum Bulog secara keseluruhan telah mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88% dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton," kata Ahmad sebagaimana dilansir dari Beritasatu.com, Senin (12/10/2026).
Menurut Ahmad, capaian tersebut memperkuat cadangan beras nasional di tengah ancaman penurunan produksi pangan. Ketersediaan stok juga dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas harga.
"Ketersediaan stok itu langsung dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah intervensi pasar untuk menjaga stabilitas," ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak awal tahun Bulog bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), terus menyerap hasil panen petani untuk memperkuat cadangan beras pemerintah.
Upaya tersebut membuat stok beras Bulog sempat mencapai puncak 5,4 juta ton pada pertengahan September. Saat ini, persediaan Bulog tercatat sekitar 4,5 juta ton.
Ahmad mengatakan, jumlah tersebut belum termasuk stok beras yang beredar di masyarakat serta produksi dari tanaman padi yang masih dalam masa pertumbuhan atau standing crop.
"Kalau 10 juta ton ditambah 10 juta ton ditambah 4,5 juta ton kan 24,5 juta ton. Kebutuhan makan orang Indonesia per bulan itu 2,2 juta ton," katanya.
Produksi Beras Diprediksi Turun akibat El Nino
Di sisi lain, Ahmad mengungkapkan, Kementerian Pertanian sebelumnya memproyeksikan produksi beras tahun ini mencapai 12 juta ton. Namun, dampak El Nino membuat estimasi tersebut turun menjadi sekitar 9 juta hingga 10 juta ton.
Meski demikian, ia menilai ketersediaan beras secara keseluruhan masih mencukupi kebutuhan nasional. Dengan konsumsi sekitar 2,2 juta ton per bulan, persediaan diperkirakan mampu menopang kebutuhan hingga Juli 2027.
"Bulan Juli 2027 itu baru 22 juta ton. Kita punya 24 juta ton kan. Nah, sampai Juli 2027 itu baru hampir habis. Kita masih ada stok lebih kurang 2 juta ton," ujarnya.
Bulog juga memperkirakan Indonesia kembali memasuki puncak panen pada Maret atau April 2027. Panen tersebut diharapkan menambah cadangan beras sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Ahmad pun meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras di tengah ancaman El Nino.
"Ini adalah indikasi Indonesia swasembada pangan berkelanjutan di 2026," tutupnya.