Pencarian

Podcast Kelupas

Bupati Afni Setujui Nama Syarwan Hamid Diabadikan untuk Nama Jalan di Siak

Senin, 12 Oktober 2026 • 20:22:28 WIB
Bupati Afni Setujui Nama Syarwan Hamid Diabadikan untuk Nama Jalan di Siak
Letjen TNI (Purn) H. Syarwan Hamid, putra asal Kabupaten Siak yang pernah menjabat Mendagri Republik Indonesia.

SIAK (RA) - Nama Letjen TNI (Purn) H. Syarwan Hamid, putra asal Kabupaten Siak yang pernah menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, akan diabadikan sebagai nama jalan di Kabupaten Siak.

Langkah ini menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Kabupaten Siak atas jasa dan pengabdian tokoh nasional tersebut.

Usulan jalan tersebut berasal dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak agar ruas Jalan Dayun–Mempura, dengan nomor ruas 140502001 hingga Jembatan Mempura, diabadikan dengan nama Jalan Letjen TNI (Purn) H. Syarwan Hamid.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Siak Afni Zulkifli dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Siak, Senin (12/10/2026).

Afni mengatakan dirinya telah memberikan persetujuan terhadap rencana penamaan jalan menggunakan nama Syarwan Hamid. Pengabadian nama tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat terhadap kiprah putra daerah yang pernah menduduki jabatan penting di tingkat nasional.

“Sebagai bentuk penghormatan kepada putra terbaik asal Siak, nama beliau akan kita abadikan menjadi nama jalan,” ujar Afni, Senin (12/10/2026).

Sebagaimana diketahui Letnan Jenderal TNI (Purn) Syarwan Hamid lahir di Siak, Riau, 10 November 1943. Beliau meninggal dunia pada 25 Maret 2021 di Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Jawa Barat.

Selain menyampaikan rencana penamaan jalan, Afni juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima kunjungan kerabat kerajaan dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

"Dalam pertemuan tersebut, para kerabat kerajaan menyampaikan dukungan moral agar saya terus berupaya mengangkat harkat dan martabat Kerajaan Siak," ungkap Afni.

Afni mengatakan, penggunaan pakaian Melayu Sultanah Latifah yang dikenakannya merupakan salah satu upaya untuk mengangkat kembali identitas dan marwah Kesultanan Siak sebagai bagian penting dari sejarah dan kebudayaan Melayu.

Upaya pelestarian identitas Melayu juga diwujudkan melalui komitmen penggunaan bahasa Melayu Siak dalam pelayanan publik.

Dalam apel bersama di depan Istana Siak, pemerintah daerah menandatangani kesepakatan untuk kembali menggunakan bahasa Melayu berlogat Siak dalam interaksi pelayanan kepada masyarakat.

Melalui komitmen tersebut, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak diharapkan membiasakan penggunaan bahasa Melayu Siak saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Afni, penghormatan terhadap tokoh daerah, pelestarian warisan Kesultanan Siak, dan penggunaan bahasa Melayu merupakan bagian dari upaya menjaga identitas serta marwah Siak sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks