Pencarian

Podcast Kelupas

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, Asap Terdeteksi Meluas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 10:32:00 WIB
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, Asap Terdeteksi Meluas di Sejumlah Wilayah
Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali berada pada kategori tidak sehat pada Sabtu (3/10/2026). Kondisi ini terjadi saat kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Riau.

Data Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menunjukkan konsentrasi PM2.5 pada pukul 06.00 WIB mencapai 105,2 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.

BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan juga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kondisi udara tersebut terjadi di tengah masih terdeteksinya sebaran asap berdasarkan pantauan citra satelit Himawari-9 BMKG pada Sabtu pagi.

Dalam citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dipantau pukul 08.00 WIB, asap terdeteksi di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Sebaran asap juga terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Selain itu, asap terdeteksi di Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat dan Papua.

Pantauan BMKG juga menunjukkan adanya transboundary haze atau kabut asap lintas batas dari wilayah Kalimantan menuju Sarawak, Malaysia.

Sementara itu, arah angin di Indonesia secara umum terpantau bergerak dari timur-tenggara menuju barat-laut hingga utara. Kondisi angin tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan massa asap dari wilayah sumber menuju daerah lainnya.

Untuk Riau sendiri, kondisi udara kabur akibat asap masih berpotensi terjadi. Pada Sabtu, BMKG juga memprakirakan hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Riau, yang berpeluang membantu mengurangi konsentrasi partikulat di udara.

Sebelumnya, BMKG menyebut sebaran asap di kawasan Sumatera masih berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Pada akhir September, citra Himawari-9 juga menunjukkan sebaran asap di Jambi dan Sumatera Selatan serta beberapa wilayah lainnya.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara Pekanbaru perlu terus dipantau, meski di sejumlah wilayah Riau masih terdapat peluang hujan.

Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai saat harus keluar rumah, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks