Pencarian

Podcast Kelupas

FAM Minta FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh dari 2 Jadi 7 Menit

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 05:39:39 WIB
FAM Minta FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh dari 2 Jadi 7 Menit
FAM-@malaysia_nt-Instagram

JAKARTA (RA) - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) meminta FIFA memberikan penjelasan resmi terkait perubahan waktu tambahan dalam pertandingan Indonesia melawan Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026.

FAM menyoroti tambahan waktu yang awalnya ditampilkan 2 menit, kemudian berubah menjadi 7 menit pada laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Melalui pernyataan resmi pada Jumat (2/10/2026), FAM menyatakan akan mengajukan permohonan kepada FIFA untuk mengetahui dasar, prosedur, serta kondisi yang menyebabkan perubahan durasi tersebut.

Sorotan itu muncul karena tambahan waktu tersebut terjadi saat Indonesia masih unggul 7-2 dan membutuhkan tambahan gol untuk melewati Malaysia dalam persaingan menuju final Grup A. Indonesia kemudian mencetak dua gol melalui Kevin Diks pada menit ke-90+6 dan Mitchell Baker pada menit ke-90+7 untuk menang 9-2.

Hasil tersebut membuat Indonesia unggul atas Malaysia dalam produktivitas gol dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

FAM menegaskan pengelolaan waktu pertandingan merupakan bagian penting untuk memastikan laga berjalan sesuai regulasi, transparan dan adil.

Federasi Malaysia meminta FIFA menelaah proses penentuan tambahan waktu tersebut dan menjelaskan alasan perubahan dari 2 menjadi 7 menit.

FAM juga menegaskan permintaan klarifikasi itu bukan untuk mempertanyakan hasil pertandingan maupun pencapaian Indonesia. Mereka hanya meminta kejelasan mengenai proses pengambilan keputusan perangkat pertandingan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau spekulasi.

Sementara itu, laporan FIFA mencatat adanya sejumlah penghentian permainan sepanjang babak kedua dan mencatat gol Indonesia pada menit ke-90, 90+6 dan 90+7.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks