RIAU (RA) - Sebanyak 86 peserta dinyatakan lulus seleksi pengadaan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun Anggaran 2026.
Sekretaris Komisi I DPRD Riau Amal Fathullah mengingatkan agar seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif dan profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kita berharap setiap tahapan seleksi dapat memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta berdasarkan kompetensi dan hasil penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan, tanpa intervensi maupun kepentingan di luar mekanisme seleksi," ujar Amal, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, proses rekrutmen pegawai rumah sakit harus benar-benar mengedepankan kemampuan dan kompetensi peserta. Hal ini penting karena tenaga yang direkrut nantinya akan bersentuhan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Yang paling penting adalah bagaimana tenaga yang diterima benar-benar memiliki kompetensi sesuai formasi yang dibutuhkan. Jangan sampai proses seleksi justru mengabaikan kualitas karena rumah sakit berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, Komisi I DPRD Riau akan terus memberikan perhatian terhadap proses pengadaan pegawai di lingkungan pemerintah daerah, termasuk BLUD. Menurutnya, kebutuhan tenaga profesional harus sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Kita tentu mendukung penambahan tenaga profesional di RSUD Arifin Achmad. Harapannya, mereka yang lulus nantinya bisa memberikan kontribusi maksimal dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Riau," katanya.
Komisi I DPRD Riau, lanjut Amal, mendukung proses seleksi yang jujur, terbuka dan berintegritas sehingga mampu menghasilkan tenaga profesional sesuai kebutuhan rumah sakit.
Diketahui, sebanyak 86 peserta yang lulus tersebar dalam delapan formasi. Rinciannya, Apoteker sebanyak 8 orang, Penata Anestesi 6 orang, Radiografer 7 orang, Fisikawan Medik 1 orang, Ahli Teknologi Laboratorium Medik 6 orang, Perawat 60 orang, Perekam Medis 2 orang dan Teknisi Elektromedis 2 orang.
Sementara untuk formasi Terapis Wicara, tidak ada peserta yang dinyatakan lulus.