Polda Riau Kembangkan Model Audit Pengamanan Berbasis Risiko, Fokus Cegah Ancaman

Jumat, 30 Oktober 2026 | 15:44:00 WIB
Polda Riau Kembangkan Model Audit Pengamanan Berbasis Risiko.

RIAU (RA) - Polda Riau mengembangkan model audit pengamanan berbasis risiko untuk meningkatkan perlindungan kawasan strategis. 

Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pencegahan ancaman sekaligus mendukung ketahanan nasional di Provinsi Riau.

Inovasi tersebut digagas Raden Edi Saputra, dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Riau melalui proyek perubahan. Model audit ini dirancang untuk membuat sistem pengawasan lebih efektif, terukur, dan berorientasi pada pencegahan.

Melalui pendekatan berbasis risiko, audit pengamanan tidak hanya menilai kelengkapan administrasi dan pemenuhan standar. 

Sistem ini juga mengidentifikasi potensi kerawanan, memetakan tingkat risiko, serta menentukan prioritas penanganan berdasarkan kondisi masing-masing objek pengamanan.

Raden Edi mengatakan, inovasi tersebut bertujuan mengubah pola pengawasan agar lebih mengutamakan identifikasi potensi ancaman dibandingkan sekadar pemeriksaan administrasi.

"Melalui inovasi model audit pengamanan berbasis risiko ini, kami ingin mendorong perubahan pola pengawasan agar tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi lebih mengutamakan identifikasi dan pemetaan potensi kerawanan," kata Raden Edi.

Dengan pemetaan tingkat risiko, kata dia, langkah pencegahan dan penanganan dapat ditentukan secara lebih tepat sesuai kebutuhan setiap objek pengamanan.

Untuk mendukung penerapannya, proyek perubahan tersebut mencakup penyusunan model audit berbasis risiko, pedoman pelaksanaan, standar operasional prosedur (SOP), serta pengembangan prototipe sistem monitoring berbasis web.

Sistem tersebut nantinya digunakan untuk mendokumentasikan hasil audit, menyampaikan rekomendasi, hingga memantau tindak lanjut perbaikan terhadap objek yang diaudit.

Pelaksanaan inovasi ini mendapat dukungan Kapolda Riau Dr. Herry Heryawan, Dirpamobvit Polda Riau Suherman Zein, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau H. Tekad Perbatas Setia Dewa.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara kepolisian dan pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem pengamanan kawasan strategis.

Raden Edi berharap inovasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan meningkatkan kualitas pengamanan di Riau.

"Kami berharap inovasi ini dapat menjadi instrumen yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pengamanan kawasan strategis, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan di Provinsi Riau," ujarnya.

Ke depan, pengembangan inovasi tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga 2028. Pengembangan meliputi penyempurnaan sistem dan perluasan penerapan model audit berbasis risiko.

Melalui sistem ini, Ditpamobvit Polda Riau menargetkan pengawasan kawasan strategis dapat berjalan lebih terukur dengan mengutamakan identifikasi kerawanan dan pencegahan potensi ancaman.

Terkini

Terpopuler