DPR RI dan Parlemen Jerman Bahas Investasi hingga Penerbangan Langsung

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:26:00 WIB
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh usai pertemuan antara DPR RI dan Delegasi Parlemen Jerman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/10/2026). (Foto : Biro Pemberitaan Parlemen)

JAKARTA (RA) - DPR RI mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Jerman di sektor perdagangan, investasi, pendidikan, industri, hingga pariwisata. Salah satu usulan yang dibahas adalah pembukaan penerbangan langsung dari Frankfurt ke Jakarta atau Bali untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Jerman ke Indonesia.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Komisi I DPR RI dan Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI dengan delegasi parlemen Jerman (Bundestag) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/10/2026) kemarin.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, mengatakan diplomasi parlemen menjadi salah satu upaya untuk memperkuat hubungan kedua negara di tengah perubahan tatanan global menuju sistem multipolar.

Menurut Husein, pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk sistem perdagangan Indonesia, hubungan dengan Uni Eropa, serta peran ASEAN dalam dinamika internasional.

"Pertemuan ini menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan perdagangan, hubungan Indonesia dengan Uni Eropa, serta peran ASEAN dalam menghadapi perubahan tatanan dunia," ujarnya.

Di bidang pendidikan, Husein mengatakan DPR RI mendorong agar kesempatan memperoleh pendidikan gratis di Jerman tetap terbuka bagi mahasiswa Indonesia.

"Kami mendorong agar program pendidikan gratis di Jerman tetap dapat diakses mahasiswa Indonesia. Hal ini penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menyoroti potensi kerja sama ekonomi Indonesia dan Jerman yang dinilainya masih dapat dikembangkan. Ia juga menyinggung defisit perdagangan Indonesia yang disebut mencapai hampir 900 juta dolar AS.

Menurut Utut, penguatan hubungan ekonomi perlu diarahkan pada upaya memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai perdagangan kedua negara.

"Potensi kerja sama ekonomi Indonesia dan Jerman masih sangat besar. Karena itu, peluang yang ada perlu dimanfaatkan untuk memperkuat perdagangan dan meningkatkan investasi kedua negara," ungkapnya.

Utut juga mendorong peningkatan jumlah wisatawan Jerman ke Indonesia dari sekitar 270 ribu menjadi 500 ribu orang per tahun. Salah satu langkah yang diusulkannya adalah membuka penerbangan langsung dari Frankfurt menuju Jakarta atau Bali.

"Kami berharap jumlah wisatawan Jerman yang berkunjung ke Indonesia dapat meningkat dari sekitar 270 ribu menjadi 500 ribu orang per tahun. Salah satu upaya yang bisa dipertimbangkan adalah membuka penerbangan langsung dari Frankfurt ke Jakarta atau Bali," katanya.

Dari pihak Jerman, Ketua Grup Parlemen ASEAN di Bundestag, Malte Kaufmann, menyambut positif upaya memperkuat hubungan jangka panjang kedua negara. Ia memandang Indonesia sebagai mitra strategis Jerman di kawasan Asia Tenggara.

Kaufmann mengatakan kerja sama kedua negara memiliki peluang untuk terus diperluas, terutama di sektor industri, bahan baku, maritim, dan pariwisata.

"Indonesia merupakan mitra strategis bagi Jerman di Asia Tenggara. Kami melihat peluang untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujarnya.

Selain kerja sama ekonomi, Kaufmann juga menyampaikan dukungan terhadap keanggotaan Indonesia dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Menurutnya, hubungan bilateral yang semakin kuat dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas, baik melalui kerja sama antarpemerintah maupun diplomasi parlemen.

Penguatan hubungan Indonesia dan Jerman tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama konkret yang mendukung kepentingan kedua negara. Upaya ini juga menjadi bagian dari momentum menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman.

Terkini

Terpopuler