Pemprov Riau Wajibkan Bendahara Koperasi Merah Putih Ikuti Sertifikasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 19:47:00 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi.

RIAU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong peningkatan kompetensi bendahara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui pelatihan dan sertifikasi resmi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan keuangan koperasi berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa bendahara memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola keuangan koperasi sehingga kompetensinya harus dibuktikan melalui uji sertifikasi.

"Pelatihan ini diwajibkan dan berbasis sertifikasi kompetensi karena tanggung jawab bendahara itu besar. Kompetensi tidak cukup hanya dari pengalaman kerja atau pendidikan formal, tetapi harus diuji dan dibuktikan secara terukur melalui sertifikasi resmi, kata Syahrial saat membuka Pelatihan dan Sertifikasi Peningkatan Kompetensi Bendahara KDKMP Provinsi Riau Tahun 2026 di Pekanbaru, Senin (19/10/2026).

Menurut Syahrial, KDKMP diharapkan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan. Kegiatan koperasi ke depan juga diharapkan berkembang, tidak hanya pada layanan simpan pinjam, tetapi mencakup sektor riil dan penyaluran kredit.

"KDKMP ke depan tidak hanya bergerak di simpan pinjam, tetapi juga sektor riil serta penyaluran kredit untuk menggerakkan perekonomian desa," ujarnya.

Ia mengingatkan, perluasan usaha koperasi harus diimbangi tata kelola keuangan yang baik. Seluruh pemasukan, pengeluaran, dan penggunaan dana harus dicatat secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota melalui mekanisme organisasi, termasuk rapat anggota tahunan.

"Pengelolaan keuangannya wajib transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan pada rapat anggota tahunan," tegasnya.

Syahrial juga meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius hingga menjalani uji kompetensi. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada para pengelola koperasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

"Cara terbaik mensyukurinya adalah dengan mengikuti pelatihan ini secara sungguh-sungguh hingga dinyatakan lulus uji kompetensi," katanya.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, Syahrial mendorong pembentukan jaringan komunikasi antarbendahara KDKMP se-Provinsi Riau. Jaringan tersebut diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman, praktik pengelolaan yang baik, serta solusi atas kendala yang dihadapi di lapangan.

"Buatlah grup komunikasi antar bendahara se-Provinsi Riau. Jika ada praktik baik atau kendala di satu koperasi, bisa saling berbagi dan mencari solusinya bersama," imbaunya.

Syahrial berharap pelatihan dan sertifikasi ini menghasilkan bendahara yang kompeten, memahami tata kelola koperasi, serta mampu mengelola keuangan secara profesional.

"Kepada lembaga pelatihan dan para asesor, kami titipkan para peserta untuk dibina dan diuji dengan baik. Mari kita songsong operasionalisasi KDKMP di Riau dengan penuh optimisme dan sinergi bersama," tutupnya.

Tags

Terkini

Terpopuler