JAKARTA (RA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 4,31 persen ke level 4.961,87 pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks melemah 223,23 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level 5.185,10.
Pada awal perdagangan sesi I, volume transaksi mencapai 1,17 miliar saham dengan nilai Rp1,04 triliun dalam 80.236 kali transaksi. Sebanyak 602 saham melemah, 88 saham stagnan, dan hanya 64 saham menguat.
Tekanan jual diperkirakan masih membayangi pasar saham domestik sepanjang pekan ini. Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju kisaran 4.700–4.800 apabila menembus ke bawah level psikologis 5.000.
Dikutip dari Beritasatu.com, sebelumnya, IHSG anjlok 11,57 persen pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026) ke level 5.185,10. Pelemahan tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menetapkan level resistance IHSG di 5.300, pivot di 5.000, dan support di 4.700. Ketidakpastian terkait MSCI serta penegakan hukum atas dugaan pelanggaran di pasar modal juga dinilai berpotensi meningkatkan volatilitas.
Meski demikian, penegakan hukum yang konsisten dinilai dapat memperkuat kredibilitas pasar modal dan memulihkan kepercayaan investor dalam jangka panjang.
Sentimen Global Tekan Pasar
Tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi sentimen global. Wall Street ditutup melemah pada Jumat (16/10/2026), dipicu penurunan saham sektor kecerdasan buatan (AI) dan kenaikan harga minyak.
Indeks volatilitas CBOE (VIX) menembus level 22 untuk pertama kalinya dalam empat bulan, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek pasar.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent sempat melonjak lebih dari 3 persen hingga melampaui US$110 per barel akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina. Kenaikan harga energi turut menambah kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global.
Dari sisi kebijakan moneter, Chairman The Fed Kevin Warsh belum memberikan petunjuk mengenai keputusan rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan ini. Ia menyatakan inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan tidak mengubah penilaiannya terhadap kondisi perekonomian.
Di tengah tekanan pasar, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham untuk dicermati pekan ini, yakni PWON, PTBA, TAPG, ITMG, dan UNTR.
Pergerakan IHSG di sekitar level 5.000 menjadi perhatian investor. Jika tekanan jual berlanjut dan indeks menembus level tersebut, IHSG berisiko bergerak menuju area support 4.700.