Kunjungi Candi Muara Takus, Menteri Kebudayaan Siap Dukung Pelestarian dan Pengembangan Kawasan

Ahad, 18 Oktober 2026 | 22:24:00 WIB
Bupati Kampar Ahmad Yuzar mendampingi Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat meninjau Kompleks Cagar Budaya Candi Muara Takus di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Minggu (18/10/2026).

KAMPAR (RA) - Bupati Kampar Ahmad Yuzar mendampingi Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat meninjau Kompleks Cagar Budaya Candi Muara Takus di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Minggu (18/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pelestarian, penelitian, dan pengembangan Candi Muara Takus sebagai warisan sejarah sekaligus destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Kampar.

Dalam peninjauan itu, Fadli Zon mengaku takjub dengan nilai sejarah dan budaya yang dimiliki kompleks candi tersebut. Ia menegaskan, Kementerian Kebudayaan siap mendukung upaya pelestarian dan pengembangan kawasan, termasuk penanganan lumut, perbaikan bagian bangunan yang rusak, serta penelitian arkeologi untuk mengungkap potensi situs bersejarah lain di sekitar kompleks candi.

Menurut Fadli Zon, penelitian dan pemetaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya situs-situs yang belum ditemukan. Keterlibatan para ahli arkeologi diharapkan dapat mengungkap sejarah serta keterkaitan berbagai temuan di kawasan Candi Muara Takus.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Kampar menginventarisasi kebutuhan pengembangan kawasan, termasuk kesiapan lahan dan aspek teknis, agar program pelestarian dapat dilaksanakan secara terencana dan sesuai ketentuan perlindungan cagar budaya.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung Menteri Kebudayaan terhadap Candi Muara Takus. Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pengembangan kawasan yang selama ini belum dapat direalisasikan secara optimal oleh pemerintah daerah, terutama pada kawasan inti yang berada dalam kewenangan pemerintah pusat.

“Kami berharap dukungan Bapak Menteri untuk pembangunan Museum Muara Takus, penataan kawasan inti, pembangunan taman, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung lainnya. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten sangat penting agar pengembangan Candi Muara Takus dapat diwujudkan sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku,” ujar Ahmad Yuzar.

Ia menegaskan, Pemkab Kampar berkomitmen melestarikan Candi Muara Takus sekaligus mengembangkan potensinya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong perekonomian masyarakat setempat tanpa mengabaikan keaslian serta nilai sejarah kawasan.

Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat turut mendorong agar kunjungan Menteri Kebudayaan ditindaklanjuti dengan program nyata. Menurutnya, Candi Muara Takus merupakan warisan sejarah yang memiliki daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara sehingga membutuhkan perhatian serius dalam aspek pelestarian dan pengembangannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia berharap perhatian pemerintah pusat semakin memperkuat sinergi lintas pemerintahan dalam menjaga dan mengembangkan cagar budaya di Riau agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang.

Dalam kunjungan itu, Menteri Kebudayaan turut didampingi Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Agus Widiatmoko dan budayawan Taufiq Ikram Jamil. Bupati Kampar didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, Kepala Dinas Pariwisata Kampar Afdhal, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kampar Arif Kurniawan, Camat XIII Koto Kampar Zulfikar, Kepala Desa Muara Takus Helman Sadri, serta kelompok sadar wisata setempat.

Menteri Kebudayaan juga mendapat penjelasan dari Zulkifli, penjaga situs yang memahami sejarah Candi Muara Takus, mengenai penemuan kompleks, karakteristik bangunan, dan bahan yang digunakan dalam pembangunannya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan penelitian, pelindungan, dan pengembangan Candi Muara Takus secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah serta keterlibatan masyarakat, situs bersejarah ini diharapkan semakin terawat dan berkembang sebagai kebanggaan masyarakat Kampar sekaligus destinasi wisata budaya yang bernilai nasional.

Tags

Terkini

Terpopuler