Gus Muhaimin Bakal Pimpin Apel Hari Santri Nasional ke-XII di Pekanbaru

Ahad, 18 Oktober 2026 | 12:10:59 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar.

PEKANBARU (RA) - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, dijadwalkan memimpin Apel Hari Santri Nasional (HSN) ke-XII di Pondok Pesantren Darul El Hikmah, Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, pada Kamis 22 Oktober 2026.

Menjelang pelaksanaan apel tersebut, Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Riau II, Mafirion Syamsuddin Rogo, mengingatkan agar peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian terhadap masyarakat, terutama di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Menurut Mafirion, pelaksanaan apel nasional di Pekanbaru memiliki makna penting karena masyarakat masih menghadapi dampak karhutla yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi mengancam kesehatan.

"Hari Santri memang menjadi pestanya para santri. Namun, ketika masyarakat sedang menghadapi bencana, kepedulian tidak bisa ditawar. Inilah saatnya semangat pengabdian santri diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya teori atau seremoni," kata Mafirion, Ahad (18/10/2026).

Ia menegaskan, peringatan HSN tetap harus menjadi ruang kebanggaan bagi santri. Namun, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui aksi sosial, kepedulian terhadap warga terdampak asap, serta upaya menjaga lingkungan.

Mafirion menilai, pesantren dan komunitas santri memiliki potensi besar untuk menggerakkan solidaritas sosial, memberikan edukasi mengenai bahaya kabut asap, dan mendorong pelestarian lingkungan.

"Pesantren memiliki kekuatan nilai, jaringan, dan semangat gotong royong. Semua itu bisa menjadi modal untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan. Santri tidak cukup hanya memahami ajaran tentang menjaga alam, tetapi juga harus mengambil bagian dalam praktik nyata," ujarnya.

Ia berharap kepemimpinan Gus Muhaimin dalam Apel HSN ke-XII di Pekanbaru dapat memperkuat pesan pengabdian santri kepada agama, bangsa, dan negara, termasuk melalui kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

"Ketika ada masyarakat yang kesulitan akibat karhutla, kita tidak boleh hanya berbicara tentang kepedulian. Kita harus hadir, bergerak, dan memberikan bantuan nyata," tutup Mafirion.

Terkini

Terpopuler