Kabut Asap di Pekanbaru Makin Pekat Sabtu Sore, Kualitas Udara Tembus Level Berbahaya

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:54:30 WIB
Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru terpantau makin pekat Sabtu sore.

PEKANBARU (RA) - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, memburuk pada Sabtu (17/10/2026) sore. Kabut asap terpantau semakin pekat, sementara indeks kualitas udara yang dipantau melalui situs IQAir masuk kategori berbahaya.

Berdasarkan data IQAir yang diakses pada pukul 17.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pekanbaru mencapai angka 301. Sementara itu, konsentrasi polutan halus PM2.5 tercatat sebesar 225,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang sangat tidak sehat dan berisiko bagi kesehatan masyarakat. Pada kategori berbahaya, paparan polusi udara dapat berdampak serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan.

Pantauan di Pekanbaru pada Sabtu sore juga menunjukkan kabut asap semakin pekat. Kondisi ini membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap dan polusi udara.

IQAir juga mencatat suhu udara Pekanbaru sekitar 27 derajat Celsius, kecepatan angin 5 kilometer per jam, serta kelembapan udara 79 persen pada saat data tersebut diperbarui.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan fisik berat. Penggunaan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, seperti respirator N95 atau KN95, dapat membantu mengurangi paparan PM2.5 saat berada di luar rumah.

Warga juga disarankan menutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke permukiman serta memantau perkembangan kualitas udara secara berkala.

Kondisi ini menjadi perhatian karena polusi PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Masyarakat yang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala berat lainnya perlu segera mencari pertolongan medis.

Data tersebut merupakan pantauan IQAir pada pukul 17.00 WIB, Sabtu (17/10/2026). Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti pergerakan angin, cuaca, dan sumber pencemaran.

Tags

Terkini

Terpopuler