PEKANBARU (RA) – Sebanyak 3.048 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera berdasarkan pembaruan data BMKG, Sabtu (17/10/2026). Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan 2.558 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mencatat titik panas juga tersebar di sejumlah provinsi lain, termasuk Jambi sebanyak 206 titik, Lampung 130 titik, Bangka Belitung 119 titik, dan Bengkulu 18 titik.
Sementara itu, Aceh dan Sumatera Barat masing-masing terpantau memiliki tiga titik panas.
“Di Provinsi Riau, BMKG mendeteksi sembilan titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota,” ujarnya.
Kabupaten Bengkalis mencatat tiga titik panas, disusul Kabupaten Siak dan Kampar masing-masing dua titik. Sementara Kabupaten Pelalawan dan Kota Dumai masing-masing terdeteksi satu titik panas.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di Sumatera masih didominasi wilayah Sumatera Selatan. Sebaran titik panas tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.
BMKG mengingatkan masyarakat di Riau untuk mewaspadai dampak asap karhutla terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan. Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah apabila asap semakin pekat.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap memantau perkembangan cuaca dan informasi terkait titik panas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.