JAKARTA (RA) - Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago meminta pemerintah untuk segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Karhutla di sejumlah wilayah yang terdampak paling parah, salah satunya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Langkah ini dinilai mendesak mengingat kondisi kabut asap kian memburuk dan mengancam keselamatan serta kesehatan masyarakat.
"Hari ini saya minta Kemenkes untuk menetapkan wilayah Kalteng sebagai wilayah KLB Karhutla. Saya juga sudah meminta Kemenkes menambah SDM kesehatan dan obat-obatan di wilayah terdampak Karhutla yang kondisinya sangat parah," ujar Irma dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2026).
Irma mendesak pemerintah agar segera melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah dengan tingkat paparan asap tinggi. Hal ini bertujuan untuk memastikan penanganan medis dapat diberikan sejak dini serta menjamin keberlanjutan perawatan bagi warga yang mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Selain itu, Anggota Komisi Kesehatan dan Ketenagakerjaan DPR ini mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersinergi dengan dinas kesehatan daerah untuk menyelaraskan data kualitas udara dengan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, daerah berisiko tinggi harus mendapat prioritas dalam penguatan tenaga medis, pasokan logistik kesehatan, hingga sistem rujukan medis.
"Warga perlu mengetahui langkah perlindungan yang sesuai dan tempat memperoleh pertolongan. Pelayanan kesehatan harus siap mengikuti perubahan keadaan, termasuk ketika paparan asap Karhutla berlangsung berkepanjangan," tegas Irma.
Secara khusus, Irma memberikan perhatian serius kepada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Desakan ini disampaikan menanggapi maraknya keluhan masyarakat di daerah terdampak, di mana banyak anak-anak mulai mengalami sesak napas dan membutuhkan penanganan medis intensif akibat pekatnya kabut asap.