Green Policing Polda Riau Masuk Commander Wish Kapolri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47:46 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

PEKANBARU (RA) - Program Green Policing yang dikembangkan Polda Riau masuk dalam Commander Wish Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai salah satu pendekatan strategis untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kebijakan ini menjadi dorongan bagi Polda Riau untuk memperkuat program kepolisian yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat.

Green Policing dikembangkan Polda Riau pada masa kepemimpinan Komjen Pol Herry Heryawan, yang kini menjabat Kabaharkam Polri.

Program tersebut menekankan kehadiran polisi di tengah masyarakat melalui pendekatan pencegahan, pemecahan masalah, serta kolaborasi dengan warga.

Dalam Commander Wish Kapolri, Kabaharkam Polri bersama Kakorlantas Polri juga menjadi penanggung jawab kegiatan strategis terkait kehadiran polisi di ruang masyarakat, termasuk pelaksanaan Green Policing.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, masuknya Green Policing dalam arah kebijakan Kapolri menjadi momentum untuk menjaga keberlanjutan sekaligus memperkuat pelaksanaan program tersebut.

"Green Policing dibangun dari pemahaman bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari menjaga keamanan masyarakat. Karena itu, masuknya pendekatan ini dalam Commander Wish Kapolri menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat pelaksanaannya," ujar Akmadi, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, persoalan lingkungan di Riau berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kerusakan kawasan gambut, hingga perambahan hutan tidak hanya berdampak terhadap ekosistem, tetapi juga memengaruhi kesehatan, aktivitas ekonomi, dan keamanan warga.

Karena itu, penanganan persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya kepolisian.

"Pencegahan karhutla, perlindungan hutan, dan pelestarian lingkungan tidak mungkin hanya dilakukan kepolisian. Harus ada keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat yang ingin terus kami perkuat," katanya.

Green Policing Tak Sekadar Tanam Pohon

Di Riau, pendekatan Green Policing telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari penanaman pohon, edukasi lingkungan, penguatan pencegahan karhutla, hingga kolaborasi dalam perlindungan kawasan gambut dan mangrove.

Akmadi menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan atau banyaknya pohon yang ditanam. Menurutnya, dampak jangka panjang dan perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dari upaya pelestarian lingkungan.

"Yang ingin kita bangun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesadaran dan tanggung jawab bersama. Masyarakat harus merasakan manfaatnya, baik melalui lingkungan yang lebih terjaga maupun berkurangnya risiko bencana ekologis," ujarnya.

Polda Riau juga akan mendorong keterlibatan personel hingga tingkat Polsek dan Bhabinkamtibmas untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Upaya tersebut diarahkan agar kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga terlibat dalam pencegahan persoalan yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat.

"Semangatnya adalah polisi hadir, dekat, dan bekerja bersama masyarakat. Green Policing menjadi salah satu cara mewujudkan hal tersebut, karena menjaga lingkungan pada akhirnya juga berarti melindungi kehidupan dan masa depan masyarakat," pungkas Akmadi.

Melalui penguatan Green Policing, Polda Riau berharap kolaborasi antara kepolisian, masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya semakin berkembang untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana ekologis di Provinsi Riau.

Tags

Terkini

Terpopuler