Mahasiswa UIN Suska Riau Pelajari Pengolahan Kotoran Sapi Jadi Biogas di Desa Binaan PHR

Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:54:42 WIB
Dwi Sutri Astuti, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, menyerahkan plakat kepada Lidia Sari selaku Officer Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Rumah Produksi Kelompok Bhina Mukti Sari, Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

KAMPAR (RA) – Sebanyak 62 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau mengunjungi Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, untuk mempelajari penerapan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Kunjungan melalui kegiatan Company One Day Experience tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR). Mahasiswa diajak melihat langsung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di desa yang menjadi wilayah binaan Program Desa Energi Berdikari (DEB) PHR.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa mempelajari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program Community Involvement and Development (CID) PHR. Mereka juga melakukan observasi lapangan dan berdiskusi dengan pengelola program serta masyarakat setempat.

Salah satu program yang dipelajari adalah pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas. Program tersebut dikembangkan untuk mengatasi persoalan limbah ternak sekaligus menyediakan sumber energi alternatif bagi masyarakat.

Kepala Desa Mukti Sari, Waryono, menjelaskan bahwa program itu berawal dari persoalan banyaknya sapi yang berkeliaran dan meninggalkan kotoran di berbagai tempat.

“Awalnya kotoran sapi ini menjadi masalah di desa. Namun, berkat perhatian dan pendampingan dari PHR, kotoran sapi yang semula menjadi persoalan kini dapat dimanfaatkan menjadi biogas yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Waryono saat menyambut rombongan di Aula Kantor Desa Mukti Sari.

Menurut Waryono, pendampingan PHR turut membantu masyarakat memanfaatkan kotoran ternak untuk memenuhi kebutuhan gas sehari-hari. Ia mengapresiasi dukungan perusahaan melalui program pemberdayaan tersebut.

Officer Community Involvement and Development (CID) PHR, Lidia Sari, mengatakan program pengolahan kotoran sapi menjadi biogas merupakan bagian dari kontribusi perusahaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

“Program ini merupakan wujud komitmen PHR untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di wilayah operasional PHR,” jelas Lidia.

Selain menghasilkan biogas, masyarakat juga didampingi untuk mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair dan pupuk organik kering. Produk tersebut dikembangkan oleh Kelompok Bhina Mukti Sari di Rumah Produksi Pupuk Organik.

Ketua Kelompok Bhina Mukti Sari, Sudarman, mengatakan pupuk organik yang dihasilkan kelompoknya telah dipasarkan hingga ke luar Provinsi Riau.

“Alhamdulillah, pupuk organik yang kami produksi sudah dijual sampai ke Sumatera Barat,” tuturnya.

Dosen pengampu mata kuliah CSR Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau, Assyari Abdullah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam memahami pelaksanaan program CSR.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami CSR secara teori di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana program CSR diimplementasikan di tengah masyarakat. Kami berharap mahasiswa mampu melihat bahwa CSR bukan sekadar program perusahaan, tetapi juga bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” jelas Assyari.

Ia menyampaikan terima kasih kepada tim CID PHR, Pemerintah Desa Mukti Sari, dan Kelompok Bhina Mukti Sari yang telah memfasilitasi kunjungan tersebut.

Menurutnya, pembelajaran lapangan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami praktik pemberdayaan masyarakat secara langsung.

Tags

Terkini

Terpopuler