JAKARTA (RA) - Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhammad Husni, mengimbau calon jemaah haji dan umrah asal Indonesia meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Husni meminta calon jemaah memantau informasi resmi dari pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi sebelum memutuskan keberangkatan. Aspek keamanan harus menjadi pertimbangan utama di tengah perkembangan situasi yang dinamis.
"Bagi para calon jemaah haji dan umrah yang akan berangkat, coba dilihat dan dipikir-pikirkan apakah masih siap untuk berangkat atau menunda keberangkatannya, karena eskalasi permasalahannya bisa semakin melebar," ujar Husni dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).
Politisi Partai Gerindra itu menyampaikan imbauan tersebut menyusul laporan klaim serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada akhir pekan lalu.
Menurutnya, meski Makkah dan Madinah relatif jauh dari Riyadh, perkembangan keamanan di wilayah udara Arab Saudi tetap perlu dicermati.
Husni menjelaskan, perjalanan umrah umumnya melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah atau bandara di Madinah. Karena itu, calon jemaah perlu memperhatikan informasi terkait keamanan penerbangan dan kebijakan perjalanan.
Sementara itu, Komisi VIII DPR RI masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Riyadh dan perwakilan Indonesia di Jeddah, serta kebijakan pemerintah Arab Saudi sebagai dasar menentukan langkah selanjutnya terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.