PEKANBARU (RA) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru mulai membaik setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (10/10/2026) pagi. Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat 41,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 11.00 WIB dengan kategori sedang.
Hujan yang turun sejak pagi turut membantu mengurangi partikel debu dan asap di udara. Meski demikian, perubahan kualitas udara juga dipengaruhi kondisi atmosfer dan sumber polusi.
Berdasarkan grafik riwayat pemantauan BMKG, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru sempat mencapai 76,3 µg/m³ pada pukul 09.00 WIB. Angka tersebut kemudian turun menjadi 41,7 µg/m³ pada pukul 11.00 WIB.
Penurunan konsentrasi PM2.5 tersebut menjadi indikasi membaiknya kualitas udara dibandingkan beberapa seminggu terakhir. Namun, masyarakat tetap perlu memantau perkembangan kondisi udara karena konsentrasi polutan dapat berubah sewaktu-waktu.
Kategori sedang berarti kualitas udara secara umum masih dapat diterima, tetapi sebagian orang yang sensitif terhadap polusi udara berpotensi mengalami dampak kesehatan.
Masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan, diimbau tetap waspada apabila kabut asap kembali menebal atau kualitas udara memburuk.
Apalagi, saat ini kabut asap masih terpantau menyelimuti Kota Pekanbaru meskipun tidak separah seminggu terakhir.
Hujan yang mengguyur Pekanbaru sejak pagi diharapkan membantu memperbaiki kualitas udara. Meski begitu, pemantauan berkala tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan konsentrasi polutan di wilayah tersebut.