KBRI Riyadh Imbau WNI Waspada Usai Laporan Serangan Houthi ke Arab Saudi

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:18:39 WIB
Serangan masif rudal dan drone Houthi ke Riyadh serta fasilitas minyak Arab Saudi memicu eskalasi konflik mematikan dan ancaman krisis energi global. (Google)

JAKARTA (RA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan serangan kelompok Houthi.

WNI diminta menghindari daerah rawan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat.

Imbauan tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi KBRI Riyadh, @indonesianriyadh, Jumat (9/10/2026).

"Agar menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, serta membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial," tulis KBRI Riyadh.

KBRI juga meminta WNI memastikan status penerbangan kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal maupun kondisi perjalanan.

Selain itu, WNI diminta tetap berada di lokasi aman, mematuhi arahan otoritas setempat, serta memantau informasi resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan KBRI Riyadh.

KBRI Riyadh turut mengingatkan WNI mengenai nomor darurat yang dapat dihubungi sesuai wilayah tempat tinggal.

"Nomor Darurat di Arab Saudi, yaitu 911 untuk wilayah Riyadh, Makkah, Madinah, dan Eastern Province dan 998 untuk wilayah lain di Arab Saudi," demikian keterangan KBRI Riyadh.

Sebelumnya, kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangan menggunakan rudal balistik yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha.

Informasi mengenai sasaran dan dampak serangan tersebut perlu merujuk pada laporan resmi yang telah terverifikasi. 

Terkini

Terpopuler