PalmCo Optimalkan Limbah Sawit Jadi Energi Terbarukan, DEN Dukung Penguatan Energi Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 13:12:32 WIB
Kunjungan tim Dewan Energi Nasional (DEN).

PEKANBARU (RA) - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan limbah industri kelapa sawit menjadi energi baru dan terbarukan (EBT) guna mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Komitmen itu disampaikan saat kunjungan tim Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Anggota Unsur Pemangku Kepentingan Bidang Teknologi DEN, Dr Ir Unggul Priyanto, M.Sc, ke PTPN IV Regional III di Pekanbaru, Riau.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengatakan PalmCo saat ini menjadi salah satu pionir dalam pemanfaatan limbah sawit, mulai dari palm oil mill effluent (POME) menjadi biogas hingga pengembangan tandan kosong sawit sebagai sumber energi alternatif.

Di wilayah Riau, Regional III telah memiliki enam instalasi pemanfaatan biogas, terdiri dari dua Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di PKS Tandun dan Terantam, serta empat instalasi biogas co-firing di PKS Sei Pagar, Lubuk Dalam, Sei Tapung dan Sei Rokan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan limbah yang kami hasilkan. Potensinya cukup besar dan kami terus berupaya agar limbah ini dapat memberikan nilai tambah,” kata Bambang, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, pengembangan EBT berbasis limbah sawit menjadi bagian penting dari upaya PalmCo membangun operasional perkebunan dan industri sawit yang lebih efisien serta berkelanjutan.

Bambang menjelaskan, cangkang dan serat sawit telah dimanfaatkan sebagai biomassa untuk operasional pabrik. Sementara tandan kosong sawit selain digunakan sebagai mulsa, kompos dan bahan serat, juga berpotensi dikembangkan menjadi bioetanol dan syngas.

Adapun POME diolah melalui teknologi penangkapan metana seperti covered lagoon dan continuous stirred tank reactor (CSTR). Biogas yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk pembangkit listrik maupun bahan bakar pendamping proses produksi di pabrik kelapa sawit.

Sementara itu, Unggul Priyanto mengatakan pengembangan energi berbasis sumber daya domestik semakin penting seiring upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional.

Ia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan DEN menyiapkan pengembangan program E50, yakni penggunaan etanol sebagai campuran bensin, setelah implementasi mandatori biodiesel B50.

Menurut Unggul, penyusunan peta jalan ketersediaan bahan baku etanol menjadi salah satu langkah penting, termasuk membuka peluang pemanfaatan limbah biomassa seperti tandan kosong sawit.

"Ke depan, tantangannya bagaimana sumber daya yang kita miliki dapat benar-benar dikonversi menjadi sumber energi domestik. Teknologinya memang semakin maju, tetapi peluangnya juga sangat besar," ujar Unggul.

Ia menambahkan, pengembangan energi berbasis biomassa tidak hanya meningkatkan porsi energi terbarukan, tetapi juga mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Tags

Terkini

Terpopuler