RIAUAKTUAL (RA) - Oseltamivir merupakan salah satu obat antivirus yang digunakan dalam penanganan influenza. Meski kerap digunakan ketika seseorang terkena flu, obat ini tidak berarti perlu diberikan pada setiap orang yang mengalami gejala influenza.
Pemberian oseltamivir perlu disesuaikan dengan kondisi pasien. Lantas, siapa saja yang membutuhkan obat ini dan apa saja efek samping yang perlu diperhatikan?
Apa Itu Oseltamivir?
Oseltamivir adalah antivirus yang menghambat kerja virus influenza tipe A dan B di dalam tubuh. Dikutip dari laman Mayo Clinic, obat ini bisa digunakan untuk mengurangi gejala influenza, seperti sakit kepala, demam, batuk, pilek, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan selama satu hari.
Kendati demikian, penelitian menunjukkan bahwa pemberian oseltamivir pada kasus ringan sebenarnya memiliki efektivitas yang kecil. Ahli farmakologi Dr dr Dewi Selvina Rosdiana, M.Kes menggambarkan, jika kelompok yang mendapat oseltamivir sembuh pada pagi hari, anak yang mendapatkan placebo atau yang tidak memperoleh oseltamivir baru sembuh pada malam harinya. Dengan demikian, perbedaan durasi penyakit antara kedua kelompok tersebut hanya kurang dari satu hari.
"Artinya berdasarkan bukti yang ada saat ini studi meta-analisis ini dilakukan pada 2.500 sekian pasien anak yang sakit dengan influenza tanpa komplikasi yang dengan rawat jalan, ini belum terdapat bukti yang cukup kuat bahwa oseltamivir memberikan manfaat klinis yang bermakna dalam memperpendek lama sakit," katanya, seperti melansir dari detikHealth.
Pemberian oseltamivir sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien dan dengan pertimbangan dokter. Menurut Konsultan Pulmonologi Intervensi & Kegawatdaruratan Napas, dr Pompini Agustina Sitompul, SpP, oseltamivir sebetulnya tidak diindikasikan untuk common cold atau pilek biasa, namun bagi pasien dengan gejala berat atau kelompok yang rentan berisiko tinggi mengalami komplikasi.
"Pada kasus-kasus berat yang ditandai adanya gejala batuk sesak napas yang memerlukan bantuan oksigen, pada kasus berat itulah baru bisa diberikan oseltamivir. Penelitian menunjukkan pemberian oseltamivir pada kasus ringan efektivitasnya kecil," jelas dr Pompini.
Orang-orang yang berisiko mengalami influenza gejala berat diantaranya adalah:
- Lansia di atas 65 tahun
- Orang dengan gangguan sistem imun (immunocompromised)
- Anak usia di bawah 5 tahun
- Orang yang memiliki penyakit komorbid atau penyakit yang sudah ada.
Efek samping oseltamivir yang paling umum jika digunakan untuk pengobatan flu meliputi:
- Mual
- Muntah
- Sakit kepala
- Nyeri
Efek samping juga bisa dirasakan oleh anak-anak yang mengonsumsi oseltamivir menurut penelitian.
"Anak yang mendapatkan oseltamivir memiliki risiko mengalami efek samping muntah 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan anak yang mendapatkan placebo atau tidak mendapatkan obat oseltamivir," kata dr Dewi.
Adapun efek samping serius dari obat ini yaitu:
- Reaksi kulit dan alergi serius
Penggunaan obat perlu dihentikan dan dianjurkan segera mendapat bantuan medis jika mengalami salah satu dari gejala seperti ruam kulit atau biduran, kulit melepuh dan mengelupas, pembengkakan pada wajah, mata, bibir, lidah, hingga tenggorokan, kesulitan bernapas, lepuh atau luka di mulut, nyeri atau sesak dada, dan gatal.
- Perubahan Perilaku
Orang yang terkena influenza, terutama anak-anak, dapat mengalami gangguan pada sistem saraf dan perubahan perilaku yang dalam kasus tertentu dapat berakibat fatal. Selama menjalani pengobatan dengan oseltamivir, segera beri tahu tenaga kesehatan jika mengalami kebingungan, kesulitan berbicara, gerakan tubuh yang gemetar, kejang, atau mulai mendengar suara maupun halusinasi.