PEKANBARU (RA) - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru sehingga membuat kualitas udara kembali memburuk, Selasa (29/9/2026). Padahal kualitas udara kota sempat membaik selama satu pekan belakangan.
Data BMKG, konsentrasi partikulat halus PM 2.5 di angka 104,6 mikrogram per meter kubik (µg/m3). Kondisi ini memperlihatkan kualitas udara dalam kategori tidak sehat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru memastikan bahwa kondisi ini terjadi akibat asap kiriman dari luar daerah. Mereka memastikan untuk saat ini di Kota Pekanbaru nihil hotpsot atau titik api
"Kami memastikan kabut asap yang ada saat ini asap kiriman dari luar daerah, kami juga memastikan di Kota Pekanbaru nihil titik api," tegas Plt Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manoluk.
Pihaknya langsung berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi kabut asap yang menyelimuti kota. Apalagi kualitas udara kembali dalam kategori tidak sehat.
Dirinya menjelaskan bahwa titik api di Pulau Sumatera cukup banyak. Namun ia memastikan tidak ada titik api baru yang muncul di Kota Pekanbaru.
"Namun kami tidak berdiam diri, kami langsung melakukan patroli di titik rawan kebakaran lahan mencegah munculnya titik api baru," ujarnya.
Pihaknya juga berkomunikasi dengan Wali Kota Pekanbaru untuk melaporkan kondisi terkini kota yang dalam kualitas udara tidak sehat. Ia juga melaporkan kondisi kabut asap yang menyelimuti kota hingga mempengaruhi kualitas udara.
"Kami mengimbau warga untuk tetap mengenakan masker, serta mengurangi aktivitas di luar rumah. Terutama bagi kalangan rentan, seperti anak-anak dan lansia," pungkasnya.