PEKANBARU (RA) - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (29/9/2026) pagi. Kondisi tersebut sejalan dengan memburuknya kualitas udara, yang berdasarkan pemantauan BMKG berada pada kategori tidak sehat.
Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Pekanbaru bahkan mencapai 87,1 µg/m³ pada pukul 10.00 WIB.
Kondisi ini turut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Jika kualitas udara terus memburuk, Pemko Pekanbaru bakal menggelar rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak terkait. Salah satu opsi yang kemungkinan kembali diterapkan adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik.
"Kami akan rapat jika nanti sudah ada sinyal. Kita akan lihat asap ini bertahan berapa lama, karena masih ada kemungkinan curah hujan," kata Agung Nugroho.
Agung mengatakan BMKG juga memprediksi curah hujan akan mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Ia berharap hujan yang turun nantinya dapat membantu menghilangkan kabut asap di Kota Pekanbaru.
Di sisi lain, Agung memastikan tidak terdapat titik api atau hotspot di wilayah Kota Pekanbaru. Meski demikian, langkah mitigasi terhadap potensi kebakaran lahan tetap dilakukan oleh tim gabungan Pemko Pekanbaru.
"Mudah-mudahan malam ini ada hujan. Untuk titik api di wilayah kita nihil," pungkasnya.