Begal Bersenjata Bikin Resah di Pekanbaru, LBH PKM Minta Polisi Tingkatkan Patroli

Selasa, 29 September 2026 | 10:35:01 WIB
Direktur dan juga Ketua LBH PKM, Zulkifli, S.H., M.H.

PEKANBARU (RA) - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Potret Keadilan Masyarakat (PKM) meminta kepolisian meningkatkan patroli dan penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan yang disebut semakin meresahkan di Kota Pekanbaru.

Direktur dan juga Ketua LBH PKM, Zulkifli, S.H., M.H., menyoroti adanya aksi begal yang menurutnya dalam beberapa kasus menggunakan senjata yang diduga senjata api, senjata rakitan maupun airsoft gun.

Zulkifli menilai penggunaan senjata dalam aksi kejahatan jalanan perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan keselamatan korban maupun masyarakat.

"Sudah sangat meresahkan warga khusus di Pekanbaru. Kita berharap para pelaku aksi begal untuk segera ditangkap. Kalau menggunakan Senpi seperti itu, harus waspada karena potensi timbul korban jiwa," ujar Zulkifli kepada wartawan.

Menurut Zulkifli, kepolisian perlu meningkatkan patroli, khususnya untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan di lokasi yang dianggap rawan.

Dia mengatakan pelaku kejahatan jalanan dapat melakukan kekerasan ketika korban melakukan perlawanan.

"Bebeapa waktu yang lalu saja kita lihat sendiri, pelaku terindentidkasi menggunakan senpi rakitan atau Air Soft Gun. Tentunya hal ini membuat warga resah atau takut dalam melakukan aktifitas atau kegiatannya seperti ditempat-tempat yang sepi atau malam hari," ujar Zulkifli.

Dia berharap langkah pencegahan dan penegakan hukum dapat berjalan bersamaan. Menurutnya, keberadaan patroli kepolisian dapat menjadi salah satu upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Selain mengejar pelaku, Zulkifli juga meminta kepolisian mendalami asal-usul senjata yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan tersebut.

Menurut dia, penyelidikan dapat dilakukan berdasarkan sejumlah petunjuk, mulai dari keterangan korban, olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi hingga rekaman kamera pengawas atau CCTV.

"Kendati jika aksi komplotan ini terekam CCTV atau Kamera Pengawas, pihak Kepolisian tetap terus melakukan pendalaman dan dapat mengungkap para pelakunya, seperti keterangan korbannya, melakukan olah tempat kejadian perkara, saksi-saksi atau petunjuk lainnya," katanya.

"Kalau bisa selidiki juga senpi yang digunakan oleh para pelaku tersebut, dari mana asal atau dapat senpi tersebut," tutup Zulkifli.

Zulkifli berharap penanganan terhadap kejahatan jalanan tidak hanya berfokus pada pelaku di lapangan, tetapi juga dapat mengungkap sumber senjata apabila hasil penyelidikan menemukan adanya penggunaan senjata dalam aksi kriminal tersebut.

Tags

Terkini

Terpopuler