KKP Kirim Sampel Bangkai Paus di Inhil ke BRIN untuk Pastikan Jenisnya

Selasa, 29 September 2026 | 10:12:47 WIB
KKP Kirim Sampel Bangkai Paus di Inhil ke BRIN untuk Pastikan Jenisnya

PEKANBARU (RA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera mengirim sampel darah dari bangkai paus yang ditemukan di perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jenis paus yang terdampar. Hingga kini, KKP belum dapat memastikan spesies mamalia laut tersebut hanya berdasarkan pengamatan langsung maupun dokumentasi foto.

Penata Kelautan dan Perikanan KKP, Sefriyanto Permana, mengatakan sampel darah telah diambil dan rencananya dikirim ke BRIN hari ini, Selasa (29/9/2026).

"Kita belum bisa menyimpulkan dugaan paus jenis apa. Untuk memastikan jenisnya, kita sudah mengambil sampel darah untuk diperiksa BRIN di Jakarta. Mudah-mudahan satu bulan mendatang sudah diketahui hasilnya," kata Sefriyanto.

Ia mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan BRIN terkait pemeriksaan sampel tersebut.

"Kita sudah kontak pihak BRIN-nya, besok rencananya kita kirim sampelnya," ujarnya.

Menurut Sefriyanto, kondisi bangkai menjadi salah satu kendala dalam proses identifikasi. Saat ditemukan, tubuh paus sudah dalam posisi terbalik dan mengalami pembusukan.

Keterbatasan peralatan di lokasi juga membuat petugas belum dapat membalikkan tubuh paus untuk melihat bentuk fisiknya secara utuh. Bagian kepala yang menjadi salah satu petunjuk penting dalam identifikasi pun sulit diamati.

Selain itu, tubuh paus yang sudah membengkak dan melunak akibat pembusukan membuat karakteristik fisiknya semakin sulit dikenali.

Dokumentasi berupa foto dan visual bangkai paus juga menjadi bahan pendukung untuk membantu proses identifikasi.

Sefriyanto mengatakan kejadian serupa pernah dilaporkan terjadi di Palembang. Namun, untuk membandingkan kedua peristiwa tersebut masih diperlukan informasi lebih lanjut mengenai jenis paus, kondisi bangkai, lokasi penemuan, serta faktor yang menyebabkan satwa tersebut terdampar.

Hasil pemeriksaan BRIN nantinya diharapkan dapat memastikan jenis paus yang ditemukan di Mandah sekaligus menjadi bahan untuk menelusuri kondisi satwa tersebut sebelum terdampar.

Hingga hasil pemeriksaan keluar, jenis paus, jenis kelamin, dan penyebab terdamparnya mamalia laut tersebut masih belum dapat dipastikan.

Tags

Terkini

Terpopuler