3.605 Kasus TBC Ditemukan, Diskes Pekanbaru Genjot Penanganan Hingga Tuntas

Ahad, 27 September 2026 | 15:45:00 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar didampingi Kepala Diskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto meninjau pelayanan Puskesmas

PEKANBARU (RA) - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, terus menggenjot penemuan dan penanganan kasus tuberkulosis atau TBC. Hingga 20 September 2026, sebanyak 3.605 kasus TBC telah ditemukan.

Jumlah tersebut baru mencapai 68,2 persen dari target penemuan kasus TBC tahun ini, yang ditetapkan sebanyak 5.280 kasus.

Kepala Diskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto mengatakan upaya penemuan kasus TBC terus dilakukan, baik melalui pelayanan kesehatan maupun penemuan secara aktif di tengah masyarakat.

"Sebanyak 3.605 kasus baru sudah ditemukan dari target 5.280 kasus hingga 20 September tahun ini. Selain itu, sebanyak 15.395 orang terduga TBC telah ditemukan melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM), atau 54,6 persen dari target 28.220 orang," kata Hazli, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, capaian penemuan kasus TBC Pekanbaru pada tahun lalu tercatat lebih tinggi. Diskes berhasil menemukan 5.505 kasus atau mencapai 114 persen dari target Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 4.838 kasus.

Ia menyebut, capaian tersebut menjadi dorongan bagi pihaknya untuk terus meningkatkan penemuan kasus TBC pada tahun ini. Diskes juga mendorong penemuan kasus secara aktif sekaligus menyusun berbagai strategi untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien.

"Kami menargetkan angka keberhasilan pengobatan atau treatment success rate (TSR) dapat mencapai target nasional sebesar 90 persen," terangnya.

Hazli menambahkan, untuk upaya peningkatan kualitas penanganan TBC juga dilakukan. Dengan memberikan apresiasi kepada fasilitas pelayanan kesehatan yang mencatatkan kinerja terbaik.

Diskes menyerahkan piagam penghargaan dan sertifikat kepada sejumlah puskesmas yang dinilai berhasil dalam penemuan kasus maupun keberhasilan pengobatan TBC.

Untuk kategori penemuan kasus TBC terbanyak pada tahun lalu, Puskesmas Sidomulyo meraih peringkat pertama. Posisi kedua ditempati Puskesmas Payung Sekaki, sedangkan Puskesmas Rejosari berada di peringkat ketiga.

Sementara untuk kategori keberhasilan pengobatan terbaik yang melampaui target nasional, Puskesmas Sidomulyo mencatat capaian 99 persen.

Disusul Puskesmas Sapta Taruna dengan capaian keberhasilan pengobatan 98 persen. Sedangkan Puskesmas Sail dan Puskesmas Langsat masing-masing mencatat capaian 97,4 persen.

Hazli berharap, capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk memperkuat penemuan kasus sekaligus memastikan pasien TBC menjalani pengobatan hingga tuntas.

Terkini

Terpopuler