DBD di Pekanbaru Tembus 706 Kasus, 3 Warga Meninggal Dunia

Jumat, 25 September 2026 | 20:41:11 WIB
Nyamuk aedes aegypti| foto/net

PEKANBARU (RA) - Peralihan cuaca dari panas ke hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Hingga September 2026, Dinkes Kota Pekanbaru mencatat sudah ada 706 kasus DBD yang terjadi sejak awal Januari. Dari ratusan kasus tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.

Tiga korban meninggal tersebut merupakan kasus yang tercatat di Kecamatan Kulim, Tuah Madani, dan Kecamatan Sail. Sementara Kecamatan Tuah Madani menjadi penyumbang kasus terbanyak, yakni mencapai 107 kasus.

Sekretaris Dinkes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan sebagian pasien yang meninggal terlambat mendapatkan penanganan medis setelah menunjukkan indikasi DBD.

Menurutnya, keluarga baru membawa pasien ke fasilitas kesehatan ketika kondisi sudah sangat lemah. Padahal, pasien yang menunjukkan gejala atau indikasi DBD seharusnya segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

"Mungkin awalnya dikira demam biasa, tapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit, sehingga kondisi sangat lemah dan tidak tertolong," jelas Dedy, Jumat (25/9/2026).

Dedy mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh demam, terutama ketika disertai kondisi yang mengarah pada DBD. Penanganan lebih awal diperlukan agar kondisi pasien tidak semakin memburuk.

Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal. Perubahan cuaca dari panas ke hujan dapat meningkatkan risiko munculnya tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi pembawa virus penyebab DBD.

Dedy menyebut salah satu yang perlu diwaspadai adalah genangan air yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Genangan semacam itu dapat ditemukan di berbagai barang yang berada di sekitar rumah.

Ia mencontohkan genangan air pada ban bekas, kaleng hingga ember yang dibiarkan terbuka.

"Genangan ini yang memicu di jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang," ungkapnya.

Karena itu, Dinkes mengimbau masyarakat aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan 3M Plus. Upaya tersebut antara lain dengan menguras bak mandi secara rutin, menutup tempat penampungan air, serta mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.

Dedy menambahkan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga telah memberikan arahan agar sosialisasi mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus dioptimalkan.

Sosialisasi tersebut dilakukan untuk mendorong masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar.

Terkini

Terpopuler