Terima Laporan Ratusan Ijazah Siswa Masih Tertahan, Pemko Pekanbaru Siapkan Bantuan

Kamis, 24 September 2026 | 15:10:00 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho

PEKANBARU (RA) - Pemko Pekanbaru, menerima ratusan laporan terkait ijazah siswa yang masih tertahan di sekolah. Hingga kini, tercatat sebanyak 649 laporan telah masuk dan akan segera ditindaklanjuti pemerintah.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan tingginya jumlah laporan tersebut menunjukkan masih adanya persoalan ijazah siswa yang perlu segera diselesaikan. Hal itu terungkap saat rapat koordinasi bersama seluruh camat yang digelar di Aula Lantai 3 Kantor Kecamatan Senapelan, Rabu (23/9/2026).

Menurut Agung, ijazah yang dilaporkan masih tertahan tidak hanya berasal dari sekolah swasta. Sejumlah laporan juga menyangkut siswa yang bersekolah di sekolah negeri.

"Masih ada juga di dalam laporan tersebut anak sekolah negeri, tapi tertahan. Ini menjadi pertanyaan kita yang aneh juga," kata Agung, Kamis (24/9/2026).

Ia menyebut 649 laporan yang telah diterima akan diverifikasi terlebih dahulu. Pemko Pekanbaru akan memastikan kondisi ekonomi keluarga siswa sebelum menentukan bentuk bantuan yang diberikan.

"Kita harus lihat apakah anak yang ijazahnya tertahan ini orangtuanya betul-betul tidak mampu. Ini akan dilakukan survei lapangan. Jangan sampai ada yang punya uang, tapi tidak mau nebus (ijazah anaknya)," tegasnya.

Dalam proses penyelesaian tersebut, Pemko Pekanbaru juga akan menggandeng Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Pekanbaru. Bantuan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan ketentuan penerima zakat.

"Jadi mana yang bisa dibantu Baznas sesuai ketentuan penerima zakat, itu akan dibantu Baznas. Mana yang tidak, maka akan ditanggulangi oleh pemerintah kota," ucap Agung.

Pemko Pekanbaru menargetkan persoalan ratusan ijazah yang masih tertahan tersebut dapat diselesaikan pada tahun ini.

Agung mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu menuntaskan 649 laporan yang sudah masuk. Sebab, di tengah proses tersebut masih ada masyarakat yang berencana melaporkan kasus serupa.

"Target kita tahun ini. Kita selesaikan yang tahap pertama ini dulu (649), karena ternyata masih banyak lagi yang mau mendaftarkan anaknya yang ijazahnya tertahan," pungkasnya.

Terkini

Terpopuler