Pekanbaru Zero Hotspot, Pemko Perkuat Penanggulangan Dampak Kabut Asap Kiriman

Senin, 21 September 2026 | 14:40:16 WIB
Sekda kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin.

PEKANBARU (RA) - Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Pekanbaru, dipastikan bukan berasal dari wilayah setempat. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, memastikan titik api atau hotspot di wilayahnya tidak ada atau zero hotspot.

Kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memperburuk kualitas udara hingga menyentuh angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 200 lebih ini, murni merupakan kabut asap kiriman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin menjelaskan bahwa arah angin dari selatan memicu penumpukan asap dari daerah tetangga ke arah utara menuju Pekanbaru.

"Titik api kita tidak ada di Pekanbaru, nol. Hanya ada 22 titik di se-Riau, sisanya terbanyak dari Sumatra Selatan dan Jambi. Karena angin bertiup dari selatan ke utara, asapnya menumpuk di tempat kita," kata Zulhelmi Arifin, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, Pemko Pekanbaru telah melakukan sejumlah langkah penanggulangan. Mulai dari menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik dalam upaya melindungi kesehatan anak, hingga membagikan masker gratis ke tengah masyarakat.

Pria yang akrab disapa Ami ini, juga memastikan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan pemerintah.

"Untuk Puskesmas dan RSUD Madani disiagakan dengan stok obat-obatan ISPA serta peralatan terapi pernapasan atau nebulizer," jelasnya.

Ami mengimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan selalu mengenakan masker. Sementara itu, BMKG memprediksi adanya potensi hujan merata di wilayah Sumatra dalam dua hari ke depan yang diharapkan mampu menyapu kabut asap.

Terkini

Terpopuler