PEKANBARU (RA) – Kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru pada Rabu (9/9/2026) siang. Kondisi tersebut membuat jarak pandang tampak berkabut di sejumlah kawasan dan kualitas udara kembali berada pada kategori tidak sehat.
Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 12.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru mencapai 175, atau masuk kategori Tidak Sehat. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 90,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Angka tersebut menunjukkan kondisi udara Pekanbaru masih perlu diwaspadai. Konsentrasi PM2.5 yang tinggi dapat membuat udara terasa lebih pekat dan mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Dalam tangkapan data IQAir tersebut, suhu Pekanbaru tercatat 31 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 9 km/jam dan kelembapan udara mencapai 70 persen. Data tersebut berasal dari tujuh stasiun pemantauan dari tujuh kontributor.
Kondisi ini melanjutkan tren buruk kualitas udara Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (7/9), pemantauan BMKG juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 119,3 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut dikaitkan dengan dampak asap kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.
Kabut asap yang terlihat cukup pekat hari ini menjadi tanda bahwa masyarakat masih perlu meningkatkan kewaspadaan. Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin tebal dan menggunakan masker apabila harus keluar rumah.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara juga perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.