6 Hari Melawan Karhutla di Meranti, Kapolres Bertahan di Lokasi hingga Dini Hari

Selasa, 08 September 2026 | 17:43:28 WIB
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita masih bertahan di lokasi untuk memimpin langsung upaya pemadaman.

MERANTI (RA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Penapat, Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau, memasuki hari keenam.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita masih bertahan di lokasi untuk memimpin langsung upaya pemadaman.

Alih-alih hanya memantau perkembangan dari posko, Gede memilih turun langsung ke tengah hamparan lahan gambut bersama tim gabungan.

Ia ikut menyisir area terbakar, mengatur pergerakan personel, hingga memastikan titik-titik api yang sulit dijangkau tetap mendapat penanganan.

"Kerap kali, aktivitas memadamkan api dan pendinginan lahan harus berlanjut hingga larut malam dan baru mereda menjelang dini hari," ujar Gede Adi, Selasa (8/9/2026).

Medan yang dihadapi petugas tidak mudah. Lahan gambut di kawasan Gemala Sari memiliki kedalaman sekitar 3-4 meter. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat dan bertahan di dalam lapisan gambut.

Kondisi tersebut diperparah embusan angin laut yang cukup kencang dan berubah-ubah arah. Pergerakan api pun sulit diprediksi sehingga petugas harus terus menyesuaikan strategi pemadaman.

Situasi itu membuat Gede memilih menetap di lokasi terdampak. Ia tidak hanya memberikan instruksi, tetapi ikut berada di lapangan bersama personel gabungan.

Pola kerja petugas juga menguras fisik. Setelah berjibaku memadamkan api hingga sekitar pukul 02.00 WIB, personel hanya memiliki waktu istirahat beberapa jam sebelum kembali melakukan pemantauan.

"Memasuki pukul 05.00 WIB, seluruh personel sudah kembali bersiap memantau serta mengejar titik-titik api yang muncul," katanya.

Karhutla di Desa Gemala Sari hingga kini telah membakar lahan sekitar 85 hektare. Luasnya area terdampak membuat petugas harus membagi fokus antara memadamkan kobaran api baru dan melakukan pendinginan pada lahan yang sebelumnya telah dipadamkan.

Pendinginan dilakukan untuk mencegah bara api yang masih tersimpan di dalam gambut kembali muncul ke permukaan.

Hingga Selasa (8/9) pukul 06.00 WIB, pemantauan menunjukkan masih terdapat satu fire spot dengan intensitas medium di lokasi tersebut.

"Meski cuaca dilaporkan cerah dan tidak ada titik panas (hotspot) lain yang terdeteksi, tim gabungan menolak kendor dan tetap siaga penuh di kawasan koordinat terdampak," tegas Gede.

Terkini

Terpopuler