Bupati Siak Afni Tetap Pantau Karhutla dari Jakarta, Seluruh Kecamatan Masuk Kategori Tidak Sehat

Sabtu, 05 September 2026 | 16:42:40 WIB
Bupati Siak Afni tetap pantau karhutla dari Jakarta.

SIAK (RA) - Bupati Siak Afni Zulkifli tetap memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kualitas udara di Kabupaten Siak meski tengah mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lemhannas Angkatan IV Tahun 2026 di Jakarta.

Memasuki hari kedua pendidikan, Afni bersama sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah mendapatkan materi penguatan karakter kebangsaan.

Salah satu momen yang berkesan baginya adalah ketika jasa Sultan Siak, Tuanku Sultan Syarif Kasim II, turut disampaikan oleh pemateri di hadapan para peserta.

Namun, di tengah rangkaian pendidikan dan pertemuan dengan sejumlah narasumber, termasuk Ketua KPK RI, perhatian Afni tetap tertuju pada kondisi di Siak.

Ia meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Siak terus memberikan laporan perkembangan di lapangan serta memperbarui informasi kualitas udara kepada masyarakat secara terbuka.

Afni mengatakan, informasi mengenai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harus diperbarui secara rutin dan disampaikan berdasarkan kondisi sebenarnya di setiap kecamatan.

"Saya minta update terus ISPU dengan data sejujur-jujurnya. Setiap hari diupdate per Kecamatan. Per tanggal 4 September 2026 pukul 15.00 WIB, seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak terpantau dalam kondisi tidak sehat. Dari data inilah diambil berbagai langkah cepat dan tepat," ujar Afni, Sabtu (5/9/2026).

Sementara dirinya masih mengikuti pendidikan di Jakarta, Afni menyebut Wakil Bupati Siak memimpin langsung pengendalian karhutla di lapangan.

"Bapak Wakil Bupati memimpin langsung di lapangan sementara saya masih pendidikan. Terimakasih Forkompimda yang tetap menjaga koordinasi dan komunikasi untuk menjaga Siak kita," tambahnya.

Afni menyebut sumber asap yang berdampak terhadap kualitas udara di Kabupaten Siak tidak hanya berasal dari titik api yang berada di wilayah Siak.

Menurutnya, kondisi udara juga dipengaruhi karhutla di luar daerah, termasuk asap dari provinsi tetangga yang terbawa arah angin menuju wilayah Riau.

Di Kabupaten Siak sendiri, titik api di Kecamatan Mempura disebut telah berhasil dipadamkan. Sementara karhutla di Kecamatan Sungai Mandau memasuki tahap pendinginan.

Adapun dua firespot di Kecamatan Dayun masih dalam proses pemadaman.

Atas kondisi tersebut, Afni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak asap karhutla.

"Dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat. Saya yakin dimanapun firespot berada, semua tim satgas sedang berjuang memadamkannya," ujar Afni.

Afni memastikan layanan kesehatan tetap disiagakan di seluruh Puskesmas Pembantu (Pustu) dan RSUD.

Ia juga meminta Ketua TP PKK Siak menggerakkan kader PKK dan Posyandu untuk membantu masyarakat rentan yang terdampak asap karhutla.

Bupati perempuan pertama di Siak itu turut mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski sejumlah titik api telah berhasil dikendalikan.

Terlebih, sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Siak merupakan kawasan gambut yang rawan terbakar ketika terjadi cuaca ekstrem.

"Kepala api memang sudah terkendalikan dan tinggal proses pendinginan. Namun saya minta kita semua tidak lengah. Jaga wilayah masing-masing. Saling mengingatkan, saling mengawasi. Jangan buka lahan dengan cara dibakar apalagi jika di lahan gambut," katanya.

Afni juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Satgas Provinsi Riau yang mengerahkan water bombing untuk membantu pemadaman di kawasan hutan.

Untuk titik api yang berulang di Kecamatan Dayun, Afni menyebut lokasi tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan.

"Titik api di Dayun yang berulang berada di bawah kewenangan kementerian Kehutanan. Karena itu saya sudah berkomunikasi dengan Sekjen Kemenhut, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kepala BKSDA Riau. Kami Pemda siap berkolaborasi bersama," ungkapnya.

Sementara itu, untuk kebakaran yang terjadi di kawasan HGU, Pemkab Siak akan melaporkannya kepada Kementerian ATR/BPN.

Sedangkan terhadap dugaan pelanggaran hukum, Afni menegaskan Pemkab Siak memberikan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan Polres Siak.

Bagi Afni, menjaga Kabupaten Siak dari ancaman karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Dengan luas wilayah mencapai 782.181 hektare atau hampir 13 kali luas DKI Jakarta, ia menilai keselamatan masyarakat dan lingkungan membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh pihak.

"Di tengah cuaca ekstrem dan masih massifnya ekspansi sawit pada wilayah kawasan, tantangan kita jelas tidak mudah. Butuh kesadaran kolektif, kolaborasi dan dukungan bersama menjaga Siak kita tercinta," ucap Afni.

Terkini

Terpopuler