Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kolom Tak Teramati, Warga Diminta Jaga Jarak 3 Km

Sabtu, 05 September 2026 | 10:08:28 WIB
Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.01 WIB. (Foto: PVMBG)

LAMPUNG (RA) - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.01 WIB.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 milimeter (mm). Sementara itu, tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginterpretasikan aktivitas erupsi tersebut menyerupai lava fountain atau air mancur lava.

Gunung Anak Krakatau yang berada di antara Pulau Jawa dan Sumatera itu diketahui mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB.

"Berdasarkan laporan per enam jam pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 70 mm dan durasi 21.600 detik," tulis PVMBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui situs MAGMA Indonesia, Sabtu (5/9/2026).

Selama periode pengamatan, kondisi cuaca di sekitar gunung api terpantau berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut, dengan suhu udara 26,5-27,1 derajat Celsius dan kelembapan 75-78 persen.

Secara visual, Gunung Anak Krakatau teramati jelas hingga tertutup kabut 0-III.

Laporan tersebut juga mencatat terdengar bunyi dentuman dan suara gemuruh dari Pos GAK Pasauran. Sementara itu, CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan mati setelah terkena lontaran material erupsi.

Dilansir dari RM.id, saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Tags

Terkini

Terpopuler