Pesawat TNI AU Dikerahkan ke Kalimantan dan Riau untuk Bantu Tangani Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:41:00 WIB
Pesawat TNI AU dikerahkan ke Kalimantan untuk bantu tangani karhutla.

JAKARTA (RA) - Tiga pesawat Casa NC-212 milik Skadron Udara 4 TNI Angkatan Udara (AU) dikerahkan untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Ketiga pesawat tersebut diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh menuju wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Jumat (22/8/2026).

Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pengerahan pesawat tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AU dalam membantu penanganan karhutla, khususnya melalui pelaksanaan OMC.

"Tiga pesawat terbang dari Lanud Abdulrachman Saleh Jumat ini menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat dukungan penanganan karhutla di wilayah tersebut," kata Nyoman dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Menurut Nyoman, tambahan tiga pesawat Casa NC-212 tersebut akan memperkuat armada yang sebelumnya telah berada di Kalimantan.

Armada yang telah dikerahkan terdiri dari lima pesawat untuk OMC, tiga pesawat lainnya serta 12 helikopter besar untuk operasi water bombing.

"Dengan tambahan tiga pesawat Casa ini, dukungan TNI AU diharapkan dapat semakin optimal, khususnya dalam pelaksanaan OMC untuk membantu mengurangi dampak kabut asap di wilayah Kalimantan," ujarnya.

42 Pesawat Dikerahkan ke 6 Provinsi

Sebelum tambahan tiga Casa NC-212 tersebut dikerahkan, TNI AU telah menempatkan 42 pesawat di enam provinsi yang memiliki potensi karhutla.

Keenam provinsi tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Dari total armada tersebut, 20 pesawat berpusat di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya berpusat di Sumatera.

"Dari jumlah tersebut, 20 pesawat berpusat di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya berpusat di Sumatera," kata Nyoman.

Hotspot Karhutla Kalimantan Capai 750 Titik

Pengerahan tambahan armada tersebut dilakukan di tengah tingginya aktivitas titik panas atau hotspot karhutla di Kalimantan.

Berdasarkan data pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan pada 17-19 Agustus 2026, terdapat total 750 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan.

Data tersebut berdasarkan pemantauan satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence.

Pada 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, Kalimantan Barat mencatat 93 hotspot. Sementara Kalimantan Tengah memiliki 28 titik dan Kalimantan Selatan dua titik.

Total hotspot di tiga provinsi tersebut mencapai 123 titik.

Sehari kemudian, pada 18 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot mengalami perubahan cukup signifikan.

Hotspot di Kalimantan Barat turun menjadi 15 titik, sedangkan Kalimantan Tengah melonjak menjadi 73 titik dan Kalimantan Selatan menjadi 21 titik.

Total hotspot pada hari tersebut mencapai 109 titik.

Lonjakan paling besar terjadi pada 19 Agustus 2026.

Pada pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot di Kalimantan Barat kembali meningkat tajam menjadi 259 titik. Kalimantan Tengah mencapai 242 titik, sedangkan Kalimantan Selatan tercatat 17 titik.

Total hotspot pada hari itu mencapai 518 titik, atau meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya.

Kalbar dan Kalteng Dominan

Jika diakumulasikan selama periode 17-19 Agustus 2026, total hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan mencapai 750 titik.

Rinciannya, 367 hotspot berada di Kalimantan Barat, 343 hotspot di Kalimantan Tengah dan 40 hotspot di Kalimantan Selatan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penguatan operasi penanganan karhutla, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca dan water bombing.

Dengan tambahan tiga pesawat Casa NC-212, TNI AU berharap dukungan udara dalam penanganan karhutla di Kalimantan dapat semakin optimal, terutama untuk membantu mengurangi potensi meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap.

Tags

Terkini

Terpopuler