PEKANBARU (RA) - Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, tercatat 87 hotspot di Riau pada Rabu (19/8/2026).
Jumlah tersebut naik 12 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 75 hotspot.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan hotspot tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Riau.
“Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 40 titik. Disusul Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 21 titik dan Indragiri Hulu 11 titik,” ujarnya.
Selanjutnya Kabupaten Kampar terpantau enam titik, Bengkalis empat titik, Siak tiga titik, Indragiri Hilir satu titik dan Kota Dumai satu titik.
Dengan demikian, Pelalawan menyumbang hampir separuh dari total hotspot yang terdeteksi di Riau.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di wilayah Sumatera mencapai 603 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 212 titik, disusul Bangka Belitung 100 titik, Riau 87 titik, Jambi 78 titik dan Lampung 72 titik.
Sementara Sumatera Utara terpantau 21 titik, Bengkulu 15 titik, Kepulauan Riau delapan titik, Aceh tujuh titik dan Sumatera Barat tiga titik.
Peningkatan hotspot di Riau menjadi perhatian karena terjadi di sejumlah wilayah, terutama Pelalawan dan Rokan Hilir.
Di sisi lain, hujan mulai terjadi di beberapa wilayah Riau yang berpotensi membantu mengurangi kondisi kering dan menekan potensi karhutla.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.