INHU (RA) - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengevaluasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) 2026.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah minimnya warga yang berminat mencalonkan diri sebagai kepala desa di Desa Sanglap, Kecamatan Batang Cenaku.
Evaluasi tersebut dibahas dalam kegiatan Coffee Morning yang digelar di Kediaman Resmi Bupati Inhu, Rengat, Jumat (17/7/2026).
Pertemuan itu sekaligus menjadi upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam menangani berbagai persoalan strategis daerah.
Pada 2026, sebanyak empat desa di Kabupaten Inhu diagendakan melaksanakan Pilkades PAW. Keempatnya yakni Desa Dusuntua, (Kecamatan Kelayang), Desa Siambul dan Desa Seberida (Kecamatan Batang Gansal), serta Desa Sanglap (Kecamatan Batang Cenaku).
Bupati Inhu Ade Agus Hartanto mengatakan, secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama tahapan Pilkades PAW berlangsung dalam situasi kondusif.
Meski demikian, koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah bersama Forkopimda tetap diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi persoalan yang muncul selama proses berlangsung.
"Sejauh ini situasi di Kabupaten Inhu masih aman dan kondusif. Memang ada riak-riak kecil di lapangan, tetapi kami bersama Forkopimda tetap memonitor secara ketat serta melakukan investigasi dan penanganan secara cepat," kata Ade.
Selain persoalan keamanan, evaluasi turut menyoroti minimnya minat masyarakat di sejumlah wilayah untuk maju sebagai calon kepala desa. Desa Sanglap menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus.
Pemkab Inhu bersama Forkopimda pun berencana turun langsung ke desa tersebut untuk mengetahui penyebab minimnya warga yang bersedia mencalonkan diri.
"Kurangnya minat masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa di Desa Sanglap ini menjadi bahan evaluasi bersama. Kami perlu turun langsung ke lapangan untuk mengecek kendalanya dan menyosialisasikan pentingnya peran kades demi kemajuan desa itu sendiri," ujarnya.
Menurut Ade, pendekatan langsung kepada masyarakat diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.
Sosialisasi juga akan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kepemimpinan di tingkat desa.
Dalam waktu dekat, jajaran Forkopimda Inhu dijadwalkan mengunjungi Desa Sanglap. Kunjungan tersebut tidak hanya difokuskan pada persoalan Pilkades PAW.
Pemerintah daerah juga berencana melihat langsung kondisi infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat, termasuk rencana renovasi sekolah dan perbaikan jembatan penghubung di wilayah tersebut.
Pemkab Inhu berharap langkah tersebut dapat menjadi pendekatan yang lebih efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Ade menargetkan ke depan tidak ada lagi desa di Kabupaten Inhu yang mengalami kekurangan calon kepala desa maupun menghadapi pemilihan dengan calon tunggal yang harus berhadapan dengan kotak kosong.
Melalui koordinasi bersama Forkopimda dan pendekatan langsung kepada masyarakat, Pemkab Inhu berharap pelaksanaan Pilkades dapat berjalan demokratis, aman dan menghasilkan pemimpin desa yang mampu mendorong pembangunan di wilayahnya.
Coffee Morning tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Inhu, Wakil Bupati Inhu Hendrizal, para asisten dan staf ahli Setda Inhu, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).