Harga TBS Sawit Sepekan Stabil, 13 Daerah Naik dan 16 Turun, APKASINDO Proyeksikan Tetap Positif

Ahad, 28 Juni 2026 | 21:20:09 WIB
Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung.

PEKANBARU (RA) – Tren harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani plasma dan swadaya selama sepekan terakhir menunjukkan pergerakan yang relatif stabil di tengah dinamika pasar global. 

Dari 22 provinsi yang dipantau, tercatat sebanyak 13 daerah mengalami kenaikan harga, sementara 16 daerah lainnya mengalami penurunan pada salah satu skema harga, baik plasma maupun swadaya.

Berdasarkan laporan harga TBS APKASINDO periode 22-28 Juni 2026, rata-rata harga TBS skema plasma secara nasional tercatat sebesar Rp3.415 per kilogram atau naik Rp7/kg dibandingkan pekan sebelumnya. 

Sementara harga TBS petani swadaya berada di level Rp2.947/kg atau naik Rp30/kg dibandingkan minggu lalu. Pada skema plasma, sebanyak empat provinsi mengalami kenaikan harga, lima provinsi turun, dan sisanya stabil. Sedangkan pada skema swadaya, sembilan provinsi mengalami kenaikan harga dan 11 provinsi mengalami penurunan.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat Medali Emas Manurung, mengatakan meski kenaikan harga belum terlalu signifikan, tren positif tersebut menunjukkan pasar sawit nasional masih cukup kuat.

"Secara umum harga TBS petani dalam sepekan terakhir bergerak stabil dengan kecenderungan menguat, terutama pada petani swadaya. Ini menjadi kabar baik bagi petani karena menunjukkan pasar masih mampu bertahan di tengah berbagai tantangan global," ujar Gulat, Minggu (28/6/2026).

Menurut Gulat, faktor utama yang menopang harga TBS saat ini masih berasal dari terjaganya harga CPO dunia, permintaan ekspor yang tetap baik, serta konsumsi domestik melalui program biodiesel.

Namun, APKASINDO masih mencermati lebar selisih harga antara petani plasma dan swadaya. Secara nasional, harga TBS petani swadaya rata-rata masih lebih rendah Rp468/kg atau 15,9 persen dibandingkan plasma. Kondisi tersebut terjadi di seluruh provinsi yang memiliki data lengkap.

"Perbedaan harga ini menunjukkan posisi tawar petani swadaya masih perlu diperkuat. Penguatan kelembagaan, koperasi petani, serta kemitraan yang berkeadilan harus terus didorong," tegasnya.

Di Riau, harga TBS plasma tercatat sebesar Rp3.776/kg, sementara harga TBS swadaya mencapai Rp3.270/kg. Meski mengalami sedikit koreksi dibandingkan pekan sebelumnya, Riau masih menjadi salah satu daerah dengan harga TBS tertinggi secara nasional.

Untuk empat pekan mendatang, APKASINDO memproyeksikan harga TBS nasional masih akan bergerak relatif stabil dengan peluang penguatan terbatas, seiring masih terjaganya harga CPO dunia.

"Kami memperkirakan dalam empat minggu ke depan harga TBS masih bergerak stabil. Selama tidak ada tekanan besar dari pasar global, petani masih berpeluang menikmati harga yang baik," tutup Gulat.

 

Tags

Terkini

Terpopuler