SKK Migas-PT ITA Hijaukan Pesisir Meranti dengan 1.000 Bibit Mangrove

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:22:15 WIB
Perwakilan Departemen Forkom SKK Migas Sumbagut, Suci Masliawati, menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada kepala desa Mayang Sari pada kegiatan Green Restoration of Our World (GROW).

MERANTI (RA) - SKK Migas Sumbagut bersama PT Imbang Tata Alam (ITA) dan World Cleanup Day (WCD) Riau menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sungai Haji, Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (18/5/2026) kemarin.

Kegiatan bertajuk Green Restoration of Our World (GROW) itu menjadi bagian dari kolaborasi Program Pengembangan Masyarakat (PPM) SKK Migas Sumbagut, KKKS Wilayah Riau dan WCD Riau dalam mendukung pelestarian kawasan pesisir di sekitar wilayah operasi hulu migas.

Program GROW sendiri menargetkan penanaman sebanyak 14.505 batang pohon di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Di Desa Mayang Sari, penanaman tahap awal dilakukan sebanyak 800 bibit mangrove dan akan dilanjutkan secara bertahap dengan tambahan 200 bibit lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi III DPRD Kepulauan Meranti Pazrul Amraini, Kepala Desa Mayang Sari Ibrahim, perwakilan SKK Migas Sumbagut Nora Asimah dan Suci Masliawati, CSR Coordinator EMP Arip Hidayatulloh, SHE Officer PT ITA Nurzein, serta perwakilan EMP Bentu Limited dan PT EMP Tunas Energi.

Suci Masliawati dari Departemen Formalitas dan Komunikasi (Forkom) SKK Migas mengatakan Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi lokasi kesepuluh pelaksanaan program GROW tahun 2026.

"Masih ada dua kabupaten/kota lagi yang akan kami lakukan untuk program serupa," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Kepala Desa Mayang Sari Ibrahim menyebut penanaman mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.

"Kami berharap program ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi juga ada pemeliharaan dan pendampingan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," kata Ibrahim.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan mangrove dari aktivitas penebangan liar yang dapat merusak ekosistem pesisir.

Menurut Ibrahim, pemerintah daerah saat ini telah menutup sejumlah panglong arang di Kabupaten Kepulauan Meranti yang sebelumnya memanfaatkan kayu mangrove secara ilegal.

Sementara itu, CSR Coordinator EMP Arip Hidayatulloh mengatakan rehabilitasi mangrove menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan pesisir Meranti yang didominasi lahan gambut.

"Setiap tahun diperkirakan terjadi abrasi sekitar 10 hingga 20 meter di sejumlah kawasan pesisir Meranti sehingga keberadaan mangrove sangat penting sebagai pelindung alami pantai," ujarnya.

Arip menyebut PT Imbang Tata Alam telah memulai program konservasi mangrove sejak 2015 melalui pembentukan kelompok konservasi di wilayah Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Hingga saat ini, PT ITA telah membina 10 kelompok konservasi mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Siak dengan total luas area konservasi sekitar 200 hektar.

Ketua Kelompok Tani Hutan Mangrove Sungai Haji Awang Hendri mengatakan kelompoknya mulai melakukan pembibitan mangrove sejak 2023.

Menurutnya, hingga kini kelompok tersebut telah menanam dan menjual sekitar 22.800 bibit mangrove dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp60 juta.

"Selain menjaga lingkungan, kegiatan pembibitan mangrove juga mulai memberi tambahan pendapatan bagi masyarakat," kata Awang.

CSR & Communication Division Manager EMP Iman Soerjasantosa menambahkan pelestarian mangrove tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap ekonomi masyarakat pesisir.

"Ekosistem mangrove yang terjaga dapat mendukung keberlanjutan kawasan pesisir sekaligus memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujarnya.

Menariknya, kegiatan penanaman mangrove tersebut turut diwarnai nuansa budaya lokal. Masyarakat pesisir memainkan musik gambus Melayu sambil menyuguhkan kuliner khas seperti mie sagu dan lokan kepada para tamu yang hadir.

Tags

Terkini

Terpopuler