PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan memberlakukan Work From Home (WFH) sebanyak satu hari kerja dalam satu minggu yaitu setiap hari Jumat.
Hal tersebut tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor: 8 Tahun 2026 yang ditetapkan pada Jumat, 3 April 2026 oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto.
"Sudah diteken Plt Gubri kemarin. Dan Pemprov Riau menetapkan Jumat sebagai WFH," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Budi Fakhri, Sabtu (4/4/2026).
SE yang ditujukan kepada Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau itu juga memuat ketentuan pelaksanaan transformasi budaya kerja ASN Pemprov Riau.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan WFH disiapkan sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan listrik dan bahan bakar minyak (BBM).
"Untuk ASN, dalam rangka mendukung kebijakan efisiensi energi, akan kita berlakukan WFH," ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menyebut, rencana penerapan WFH kemungkinan dimulai pada April. Langkah ini diambil menyusul tekanan global yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.
"Sekarang harga minyak sudah di atas 100 dolar per barel. Kita harus waspada dan melakukan penghematan," katanya.
Dalam skema tersebut, penggunaan kendaraan dinas akan dibatasi. Kendaraan dinas diminta tidak digunakan pada Jumat hingga Minggu dan tetap berada di rumah penanggung jawab.
Selain itu, penghematan listrik juga akan diterapkan di lingkungan kantor. Lampu dan pendingin ruangan diminta dimatikan pada akhir pekan, sementara pada hari kerja penggunaan AC dibatasi.
"Pagi hari tidak perlu langsung menyalakan AC, cukup buka jendela. Siang hari baru dinyalakan," jelasnya.
Meski WFH diberlakukan, SF Hariyanto menegaskan pelayanan publik harus tetap berjalan. ASN diminta tetap bekerja, termasuk melalui sistem daring.
"Kerja tetap berjalan, bisa melalui zoom. Pelayanan ke masyarakat tidak boleh terganggu," tegasnya.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas kebijakan tersebut, terutama dari sisi penghematan energi.