BENGKALIS (RA) - Polemik pemberitaan kecelakaan (laka) lalu lintas yang melibatkan Wakil Ketua II DPRD Bengkalis, Hendrik Firnanda Pangaribuan, terus bergulir.
Ketua Komisi I DPRD Bengkalis, Tantowi Saputra Pangaribuan, melontarkan kritik keras terhadap sejumlah media yang dinilai menyajikan informasi tidak akurat.
Insiden kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Lintas Dumai-Pakning, Desa Parit I Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Selasa (31/3/2026).
Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut kendaraan dinas yang ditumpangi Hendrik melaju dengan kecepatan tinggi hingga dianggap sebagai penyebab kecelakaan.
Namun, Tantowi menilai narasi tersebut tidak berdasar dan berpotensi menggiring opini publik.
"Pertanyaan saya, masyarakat mana yang menyebut mobil itu ugal-ugalan? Ini jelas pemberitaan yang menyudutkan dan tidak berimbang," kata Tantowi, Jumat (3/4/2026).
Ia juga menegaskan, istilah 'media sampah' yang sempat ia unggah di media sosial bukan ditujukan kepada seluruh media, melainkan pada konten pemberitaan yang dinilai manipulatif dan minim fakta.
"Yang saya maksud adalah konten yang mengejar sensasi tanpa verifikasi, bukan semua media," ujarnya.
Tantowi mengingatkan pentingnya menjaga independensi pers sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Ia menekankan bahwa media wajib menyajikan informasi secara akurat, berimbang, serta memberikan ruang hak jawab bagi pihak yang dirugikan.
Di sisi lain, hasil penyelidikan kepolisian mengungkap fakta berbeda dari narasi awal yang beredar.
Berdasarkan keterangan Satlantas Polres Bengkalis, kecelakaan diduga dipicu oleh pengemudi Toyota Kijang Innova yang mengalami microsleep akibat pengaruh narkotika.
Pengemudi tersebut diketahui hilang kendali dan masuk ke jalur berlawanan hingga menabrak mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Hendrik.
Polisi juga telah menetapkan pengemudi Innova sebagai tersangka dan saat ini masih melakukan pendalaman lebih lanjut.
Atas perkembangan tersebut, Tantowi mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap penyebab kecelakaan.
"Saya mengapresiasi kinerja Polres Bengkalis yang profesional dalam menangani kasus ini," ujarnya.
Akibat insiden itu, Hendrik Firnanda Pangaribuan mengalami patah tulang punggung dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.
Tantowi menegaskan, dengan terungkapnya fakta tersebut, posisi Hendrik jelas sebagai korban dalam kecelakaan tersebut.
Ia pun mengingatkan bahwa kecepatan dalam menyampaikan informasi tidak boleh mengorbankan akurasi dan etika jurnalistik.
"Pers punya peran besar dalam membentuk opini publik. Karena itu, profesionalisme harus tetap dijaga," pungkasnya.